GEOLOGI DAN STUDI PENYEBARAN MUKA AIRTANAH DAERAH GUMIWANGLOR DAN SEKITARNYA KECAMATAN WURYANTORO KABUPATEN WONOGIRI PROVINSI JAWA TENGAH

PAULO EDUARDO MANGNO, XIMENES (2012) GEOLOGI DAN STUDI PENYEBARAN MUKA AIRTANAH DAERAH GUMIWANGLOR DAN SEKITARNYA KECAMATAN WURYANTORO KABUPATEN WONOGIRI PROVINSI JAWA TENGAH. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (127Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran muka airtanah serta kondisi geologi. Secara administratif, lokasi penelitian termasuk dalam Daerah gumiwanglor, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis daerah telitian terletak pada koordinat 110051’00”BT – 110053’30”BT dan 07053’00”LS – 07051’00”LS atau secara Koordinat UTM daerah telitian terletak pada: 0483000mE – 0488000mE dan 9128000mN – 9133000mN. Dengan luas daerah telitian 5x5 Km2. Metode penelitian dengan cara pemetaan geologi permukaan, terdiri dari tiga tahapan. Tahap yang pertama yaitu menyiapkan peta dasar berupa peta topografi dengan skala 1: 25.000, Peta geologi regional dengan skala 1: 100.000 dan data sekunder berupa data curah hujan. Tahap yang kedua melakukan observasi lapangan, deskripsi batuan, pengukuran dan pengambilan sample batuan. Dan tahap terkhir atau tahap ketiga melakukan analisis laboratorium yaitu analisis petrografii dan mikropaleontologi. Hasil penelitian secara fisiografi daerah penelitian termasuk ke dalam Zona Pegunungan Selatan ( Van Bemmelen 1949 ). Berdasarkan kenampakan di lapangan dan peta topografi, maka pembagian satuan geomorfik menurut klasifikasi Van Zuidam (1983) dengan modifikasi penulis daerah telitian dibagi menjadi tiga bentuk asal yaitu struktural, denudasional dan fluvial kemudian dibagi menjadi tiga satuan bentuk lahan, yaitu: Perbukitan homoklin, Perbukitan terkikis serta Dataran alluvial. Jenis pola aliran yang berkembang pada daerah penelitian, setelah disesuaikan dengan klasifikasi oleh A.D Howard (1967) termasuk dalam pola aliran dendritik. Stratigrafi daerah penelitian dimulai dari tua ke muda tersusun atas satuan batulapili Semilir, satuan batupasir tufan Semilir, satuan breksi Semilir dan satuan batugamping Wonosari. Struktur geologi pada daerah telitian berupa sesar tidak berkembang pada daerah telitian. Tetapi terlihatnya kenampakan tilting strata pada keseluruhan daerah telitian yang berarah Selatan – Barat daya. Pada daerah telitian, satuan batupasir tufan Semilir berperan sebagai batuan akuifer. Daerah penelitian secara hidrogeologi membentuk akifer setengah tertekan (semi confined aquifer/ leakage aquifer). Arah aliran airtanah dari utara menyebar kearah barat daya dan selatan, maka daerah utara berperan sebagai daerah resapan (recharge) dan bagian sebelah selatan berperan sebagai daerah luahan (discharge).

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: UNSPECIFIED
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 13 Nov 2012 11:16
    Last Modified: 13 Nov 2012 11:16
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/4520

    Actions (login required)

    View Item