APLIKASI SIX SIGMA DMAIC SEBAGAI METODE PENGENDALIAN DAN PERBAIKAN KUALITAS (Studi Kasus di Temu Keramik, Kasongan - Yogyakarta)

SIGIT, PURWANTO (2013) APLIKASI SIX SIGMA DMAIC SEBAGAI METODE PENGENDALIAN DAN PERBAIKAN KUALITAS (Studi Kasus di Temu Keramik, Kasongan - Yogyakarta). Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (31Kb) | Preview

    Abstract

    Temu Keramik di kasongan adalah salah satu home industri yang terkenal dengan produksi gerabahnya. Dari pengamatan yang dilakukan peneliti pada UD. Temu Keramik, ternyata proses produksi yang dilaksanakan saat ini masih sering ditemukan masalah-masalah teknis dan non teknis yang menyebabkan produk gerabah yang dihasilkan menjadi cacat antara lain cacat pecah, retak, bentuk tidak serasi, dan susut. Upaya perbaikan produksi gerabah ini sangan penting untuk dilaksanakan sehingga unit usaha ini mampu menghasilkan produk bebas cacat dan mengurangi kerugian karena cacat produk tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengindentifikasi jenis cacat pada gerabah, dan memberikan recommended action untuk perbaikan pada proses produksi gerabah Temu Keramik. Tahapan – tahapan yang dilakukan sesuai dengan siklus Six Sigma: DMAIC, namun pada penelitian ini tidak dilakukan tahap Control Dalam tahap Define dilakukan pengindentifikasian terhadap permaslahan yang terjadi. Pada tahap Measure dilakukan indentifikasi jenis cacat yang menjadi prioritas (Critical To Quality) dan pengukuran kinerja proses yang ada sekarang dengan menghitung DPMO (Defect Per Milion Opportunities) dan nilai Sigma. Tahap Analyze mendeteksi atribut-atribut untama yang mempengaruhi terjadinya cacat yang di kategorikan pada CTQ. Pada tahap Improve dilakukan perbaikan proses yang ada dengan menggunakan metode Taguchi guna mengurangi penyebab cacat. Dari tahap-tahap yang dilakukan, diketahui bahwa cacat terbesar adalah pada cacat pecah. Cacat pecah dipengaruhi karena kuat lentur yang dihasilkan masih kurang maksimal. Untuk memaksimalkan kuat lentur maka karakteristik yang dipilih adalah semakin kuat semakin baik (Large the Better) Dalam melakukan perbaikan untuk mengurangi cacat pecah tersebut maka dilakukan desain eksperimen taguchi untuk mendapatkan hasil kuat lentur yang optimal.Dari hasil perhitungan interval kepercayaan pada tingkat kepercayaan 90% untuk eksperimen taguchi kemudian dibandingkan dengan interval kepercayaan untuk eksperimen konfirmasi didapat bahwa rata-rata pada eksperimen konfirmasi berada pada interval kepercayaan eksperimen optimal yaitu 8,903≤ μprediksi ≤ 9,317dan 8,571≤ μprediksi ≤ 8,889. Hasil yang di peroleh dari eksperimen adalah tanah liat godean (level 2), pasir 1kg (level 2), Air sumur (level 3). Kata Kunci: Pengendalian Kualitas, Six Sigma, DMAIC.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 000 Komputer, Informasi, dan Referensi Umum
    Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Industri
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 07 Jan 2013 10:06
    Last Modified: 07 Jan 2013 10:06
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/4923

    Actions (login required)

    View Item