KAJIAN TEKNIS KEBUTUHAN ALAT GALI-MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA PENAMBANGAN BIJIH NIKEL DI BLOK PETEA PT. INCO, TBK, SOROWAKO SULAWESI SELATAN

FERDINAND RAMON , BOSA (2012) KAJIAN TEKNIS KEBUTUHAN ALAT GALI-MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA PENAMBANGAN BIJIH NIKEL DI BLOK PETEA PT. INCO, TBK, SOROWAKO SULAWESI SELATAN. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] PDF
Download (10Kb)

    Abstract

    PT. International Nickel Indonesia, Tbk (PT. INCO, Tbk) merupakan perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia, yang berlokasi di Sorowako Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan penambangannya terbagi menjadi dua blok yaitu Blok Petea (East Block) danBlok Sorowako (West Block). Penambangannya menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode Open Cast. Dalam melakukan kegiatan penambangan bijih nikel di Blok Petea, PT. INCO, Tbk menggunakan alat-alat mekanis, yaitu 1unit alat gali-muat jenis Backhoe PC 800SE-6 yang dikombinasikan dengan 9 unit alat angkut Dump Truck Komatsu HD 785. Permasalahan yang timbul saat ini adalah tidak tercapainya sasaran produksi bijih nikel di Blok Petea. Sasaran produksi penambangan bijih nikel di Blok Petea PT. INCO, Tbk adalah 75.000 ton/minggu, sedangkan produksi yang dapat dicapai adalah 46.929,70 ton/minggu. Tidak tercapainya sasaran produksi dikarenakan lokasi stasiun penyaringan yang semakin jauh dan berkurangnya waktu kerja efektif yang disebabkan adanya hambatan-hambatan yang dapat mengurangi waktu kerja yang sudah disediakan. Berkurangnya waktu kerja efektif ini akan memperkecil efisiensi kerja. Efisiensi kerja alat gali muat adalah 78 % dan alat angkut adalah 78,32 %. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi adalah dengan mengurangi waktu hambatan kerja yang terjadi pada kegiatan penambangan bijih nikel sehingga akan meningkatkan efisiensi kerja. Efisiensi kerja alat gali-muatmeningkat menjadi 82,81 % dan alat angkut menjadi 83,86 %. Setelah dilakukan peningkatan efisiensi kerja, produksi untuk alat gali-muat meningkat menjadi75.397,80 ton/minggu dan produksi alat angkut menjadi 53.796,02 ton/minggu, namun sasaran produksi belum tercapai. Upaya selanjutnya untuk memenuhi sasaran produksi adalah dengan cara memperbaiki waktu edar alat angkut dengan menambah kecepatan alat angkut. Kecepatan alat angkut pada saat pergi bermuatan dari 20,79 km/jam menjadi 30 km/jam dan pada saat kembali dalam keadaan kosong dari 26,76 km/jam menjadi 40 km/jam. Setelah dilakukan perbaikan waktu edar alat angkut, produksi alat angkut meningkat menjadi 75.267,14 ton/minggu, sehingga target produksi sebesar 75.000 ton/minggu telah tercapai.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 600 Teknologi
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 14 Jan 2013 09:52
    Last Modified: 14 Jan 2013 09:52
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/4976

    Actions (login required)

    View Item