ANALISIS KESTABILAN LERENG HIGH WALL BLOK 1-3 PIT LISAT DI PT. TCI, MELAK, KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR

MOCH CANDRA , ALVIAN (2012) ANALISIS KESTABILAN LERENG HIGH WALL BLOK 1-3 PIT LISAT DI PT. TCI, MELAK, KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] PDF
Download (79Kb)

    Abstract

    PT. Thiess Contractors Indonesia menggunakan sistem tambang terbuka dalam penambangannya, yaitu dengan metode strip mine. Kondisi penambangan terkini pada High Wall blok 1-3 telah mencapai elevasi -45 m dan rencana penambangan terdalam hingga mencapai kedalaman -60 m. Analisis geoteknik dibutuhkan untuk mengetahui kestabilan lereng High Wall blok 1-3, sehingga dapat menentukan geometri lereng yang tepat diterapkan untuk penambangan elevasi selanjutnya pada High Wall blok 1-3. Permasalahan yang ada pada PT. Thiess Contractors Indonesia adalah telah terjadinya longsor pada High Wall blok 2-3 dan kegiatan penambangan masih akan berlanjut yaitu sampai elevasi -60 m. Kegiatan penambangan sementara terhenti pada elevasi -45 m. Penambangan sampai elevasi -60 m bertujuan untuk mendapatkan batubara seam 1. Penyelesaian masalah ini adalah dengan melakukan perancangan ulang geometri lereng dan diawali dengan analisis balik untuk mendapatkan parameter kekuatan geser batuan (kohesi (c) dan sudut gesek dalam ()) dengan metode bishop serta tipe keruntuhan Mohr-Coulomb pada geometri lereng sebelum runtuh. Alasan utama dilakukan analisis balik adalah adanya asumsi bahwa kemungkinan parameter kekuatan geser massa batuan yang digunakan untuk perancangan sebelumnya tidak sesuai dengan kondisi terkini. Hasil analisis balik menunjukkan bahwa batuan pada saat longsor memiliki nilai kohesi untuk batupasir 109,65-139,4 kPa, batulempung 92,65-111,35 kPa dan batulanau 102-132,6 kPa. Sudut gesek dalam () hasil analisis balik yaitu batupasir 270-280, batulempung 220-240 dan batulanau 250-270. Parameter geser massa batuan ini digunakan sebagai data masukan untuk merancang kembali geometri lereng yang aman dengan kondisi lereng sesuai data piezometer 08 dan faktor kegempaan 0,03g. Upaya perbaikan geometri lereng dilakukan dengan merubah kemiringan lereng tunggal yaitu 400, 350, 300, 250. Geometri lereng yang aman sesuai dengan standar FK minimum yaitu ≥ 1,3 adalah kemiringan tunggal 250, tinggi 15 m dan lebar 6 m. Geometri lereng keseluruhan yang aman diterapkan pada penambangan sampai elevasi -60 m yaitu, untuk High Wall blok 1 tinggi 100 m dan kemiringan 220, High Wall blok 2 tinggi 110 m dan kemiringan 200, High Wall blok 3 tinggi 120 m dan kemiringan 210. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan pada High Wall blok 1-3 diantaranya yaitu geometri lereng penambangan, tinggi muka air tanah dan faktor kegempaan. Untuk itu sebagai tindakan penunjang kestabilan antara lain yaitu perbaikan geometri lereng, pembuatan horizontal drain hole yang bertujuan mengendalikan air tanah dan pemantauan menggunakan survey optik secara berkala.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 18 Jan 2013 09:26
    Last Modified: 18 Jan 2013 09:26
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/5090

    Actions (login required)

    View Item