KETEGARAN UPAH NOMINAL DI INDOTESH (Studi Pada Industri Kimia Periode 1997-2005)

SUSANTO, Joko (2010) KETEGARAN UPAH NOMINAL DI INDOTESH (Studi Pada Industri Kimia Periode 1997-2005). PhD thesis, UPN Veteran Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (1658Kb) | Preview

    Abstract

    Krisis moneter yang ditandai dengan kenaikan nilai tukar dollar AS terhadap rupiah mengakibatkan harga bahan baku impor naik. Hal tersebut berdampak pada kinerja industri yang memiliki kandungan bahan baku impor tinggi termasuk industri kimia. Pemanfiatan kapasitas terpasang pada industri kimia turun sehingga produktivitas pekerja juga turun. Produktivitas pekerja terkait dengan tingkat upah qg111ioal. Pe.nurunan produktivitas pekerja berpotensi menyebabkan penurunan upah nominal pekerja industri kimia. Penurunan upah nominal menyebabkan penumnan utititas pekerja sehingga pekerja akan menolak adanya penurunan upah nominal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketegaran upah nominal pekerja produksi maupun non-produksi pada industri kimia di Indonesia dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketegaran tersebut. Penelitian ini menggunakan data panel selama periode 199?-2005. Keaslian penelitian terletak pada penggrnaan data panel dengan variabel-variabel per{elas yang berbedadari penelitian sebelumnya serta dengan memasu*tcan variabel kelembagaan. Pengusaha yang memaksimumkan laba akan memberikan upah nominal sebesar penerimaan produk marjinal tenaga kerja. Dengan menggunakan ketenfuan tersebut, diperoleh suatu fungsi regregi pq$atn-a Fu-ngsi rc$esi ini meregress upah nominal pada produktiviks pekerja dan produktivitas modal. Selanjutnya dengan menganalisis komponen nilai produk marjinal ten4ga kerja dan penarnbahan variabel kelembagaan diperoleh fungsi regresi kedua. Fungsi regresi kedua metegres upah nominal pada variabel yang diduga mempengaruhi ketegatan upatr nominal yang meliputi produktivitas pekerja, harga output, upah minimum sektoral propinsi, undang-undang serikat pekerja, dan terjadinya krisis moneter. Penelitian ini memanfaatkan data dari BPS. Data tersebut dilengkapi dengan sejumlah data primer guna mendapatkan informasi yang tidak dapat diperoleh melalui data sekunder dari BPS tersebut. Dalam penelitian ini upah pokok nominal diproksi dengan pengeluaran untuk upah dibagi jumlalt pekerja, sedangkan upah nominal merupakan upah pokok nominal ditambah tuqiangan. Produktivitas pekerja rrrerupakan nilai barang ymtg dihasilkan dibAi jumlah pekeda. Penelitian ini menggunakan analisis regresi herdasar model data panel dinamis. Estimasi firngsi ragresi paftana dilakukan dengan metode estimasi GMM dan spesifikasi model Pooled. Sementara itu fungsi regresi kedua diestimasi dengan metode /ogir. Penelitian ini mengaplikasikan u1i redundant cofficienf guna mereduksi paramater-paramater regresi yang tidak signifikan sehingga diperoleh hasil estimasi yang lebih sederhana. Hasil penelitian dapat dinyatakan dalam beberapa kesimpulan berikut. 1. Terdapat ketegaran upatr pokok nominal pekerja produksi untuk turun pada industri kimia di Indonesia Penurunan produktivitas pekerja tidak mengakibatkan penurunan upah pokok nominal pekerja produksi. Produktivitas pekerja, harga output dan upah minimum sektoral propinsi berpengaruh positif pada ketegann upah pokok nominal pekerja produksi. Sementara itrf undang-undang serikat pekerja dan krisis moneter tidak berpengaruh pada ketegaran Upab Pg.kok nominal pekerja. Kenaikan produttivitas pekerja harga output dan upah minimum sektoral propinsi menyebabkan upah pokok pekerja produksi semakin tegar untuk turun. 3. Terdapat ketegaran upatr pokok nominal pekerja non-produksi untuk tururi pada industi kimia di Indonesia. Penurunan produktivitas pekerja tidak mengakibatkan penunrnan upah pokok nominal pekerja non-produksi. Produktivitas pekerja, harga output dan upah minimum sektoral propinsi berpengaruh positif pada ketegaran upah pokok nominal pekerja nonproduksi untuk turun. Sementara itu undang-undang serikat pekerja dan krisis moneter tidak berpengaruh. Kenaikan produktivitas pekerja" harga output dan upah minimum sektoral propinsi menyebabkan upah pokok nominal pekerja non-produksi semakin tegar untuk turun. Tidak terdapat ketegaran upah total nominal pekerja produksi untuk turun pada industri kimia di Indonesia. Penurunan pioduktivitas pekerja mengakibatkan upatr total nominal pekerja produksi turun. Produltivitas pekerja, harga output dan upah miUmUm Sektoral p.ro.pinsi berpenganrh positif pada derajat ketegaran upah total nominal pekerja produksi. Variabel yang tidak signifikan adalah undang-undang serikat pekerja dan krisis moneter. Kenaikan produktivitas pekerjq harga output dan upah minimum sektoral propinsi menyebabkan kenaikan derajat ketegaran upah total nominal pekerj a produksi. Terdapat ketegaran upah total nominal pekerja non-produksi untuk hmrn pada industri kimia di Indonesia. Penurunan produlctivitas pekerja tidak mengakibatkan penunrnan upah total nominal pekerja non-produksi. Produktivitas pekerj4 harga output dan upah minimum sektoral propinsi berpengaruh positif pada ketegaran upah total nominal pekerja non-produksi. Sementara itu, undang-undang serikat pekerja dan krisis noneter tidak berpengaruh pada ketegaran upah total nominal pekerja non-produksi. Kenaikan produktivias pekerja, harga output dan upah mlnimum sektoral propinsi menyebabkau upah total nominal pekerja non-pfoduksi semakin tegar untuk turun. Kata-kata kunci: produktivitas pekerj4 upah pokok nominal, upah total nominal, ketegaran, pekerja lroduksi, pekerja non-produksi 4.

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: 300 Ilmu Sosial
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Manajemen
    Depositing User: Muji Isambina
    Date Deposited: 24 Oct 2013 10:35
    Last Modified: 24 Oct 2013 10:35
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/523

    Actions (login required)

    View Item