STUDI KARAKTERISTIK ALTERASI HIDROTERMAL PANASBUMI, DAERAH LAPANGAN PANASBUMI KAMOJANG, JAWA BARAT

FITYAANUL , FARUQI (2012) STUDI KARAKTERISTIK ALTERASI HIDROTERMAL PANASBUMI, DAERAH LAPANGAN PANASBUMI KAMOJANG, JAWA BARAT. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] PDF
Download (69Kb)

    Abstract

    Lokasi daerah penelitian terletak pada daerah Lapangan Panasbumi Kamojang di Desa Laksana dan sekitarnya yang secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Propinsi Jawa Barat. Secara geografis, lapangan Kamojang terletak pada posisi 1070 37,5’00” sampai 1070 48’00” BT dan 705,5’00” sampai 70 16,5’00” LS. Lapangan panasbumi Kamojang berada dalam wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Lapangan ini berjarak pm 17 km Baratlaut Garut atau pm 42 km Tenggara Bandung, dan berada pada ketinggian 1640 - 1750 m diatas permukaan laut. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui karakterisasi alterasi hidrotermal sumur lapangan panasbumi Kamojang yang diwakili oleh sumur FF-1, FF-2, FF-3, FF-4, dan FF-5. Stratigrafi daerah penelitian Geologi umum Area Geothermal Kamojang dan sekitarnya tersusun dari endapan Pre Kaldera dan Post Kaldera, Gambar 4.2. Satuan Pre Kaldera dari yang berumur tua sampai termuda adalah Basalt Gunung Rakutak, Basalt Dogdog, Andesit Piroksen Gununng Cibereum, Piroklastik Gunung Sanggar, Andesit Piroksen Gunung Cibatuipis, Andesit Porfiri Gunung Katomas, Andesit Basaltik Legokpulus dan Gunung Putri, Lava Andesit Pasir Jawa dan Andesit Piroksen Gunung Kancing. Sedangkan Satuan Post Kaldera dari yang berumur tua ke yang berumur muda terdiri dari Andesit Basaltik Gunung Batususun dan Gunung Gandapura, Lava Andsite Gunung Gajah, Andesit Basaltik Gunung Cakra-Masigit dan Guntur. Kelompok Satuan Post Kaldera menindih tidakselaras kelompok Satuan Pre Kaldera. Struktur geologi yang dijumpai di daerah telitian adalah Rendahan melingkar (rim), Sesar normal berarah Baratlaut – Tenggara, Sesar normal berarah Utara – Selatan dan Sesar berarah Timurlaut – Baratdaya. Berdasarkan hasil analisis petrografi, geokimia, dan XRD, zona alterasi yang terdapat di daerah penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua zonasi, antara lain zona alterasi propilitik dan zona alterasi argilik, yang berasosiasi dengan mineral seperti klorit, epidot, kalsit, monmorilonit, smektit dan ilit.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 04 Feb 2013 10:58
    Last Modified: 04 Feb 2013 10:58
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/5245

    Actions (login required)

    View Item