"ALARM” BAGI INVESTOR BARU DALAM PERTAMBANGAN BATUBARA (STUDI KASUS)

EDIYANTO, EDIYANTO "ALARM” BAGI INVESTOR BARU DALAM PERTAMBANGAN BATUBARA (STUDI KASUS). [Experiment]

[img]
Preview
PDF
Download (133Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    Image (JPEG)
    Download (281Kb) | Preview
      [img]
      Preview
      Image (JPEG)
      Download (299Kb) | Preview
        [img]
        Preview
        Image (JPEG)
        Download (342Kb) | Preview
          [img]
          Preview
          Image (JPEG)
          Download (321Kb) | Preview
            [img]
            Preview
            Image (JPEG)
            Download (339Kb) | Preview
              [img]
              Preview
              Image (JPEG)
              Download (338Kb) | Preview
                [img]
                Preview
                Image (JPEG)
                Download (273Kb) | Preview

                  Abstract

                  Sekarang ini banyak calon investor baru yang akan “bermain” dalam pertambangan batubara, tetapi mereka sama sekali belum mengerti benar apa batubara itu dari sisi ilmiah, dari sisi ekonomi maupun sisi lain yang harus banyak dipertimbangkan. Dengan kurangnya pengetahuan mengenai batubara secara luas, menjadikan banyak calon investor ini terjebak oleh “ rayuan” para penjual /Broker KP (lahan batubara)yang kurang bertanggung jawab, maupun dari hasil analisis geologist yang kurang berwawasan tambang. Tulisan ini akan memberikan “GUIDING” atau bahkan “ALARM untuk memasuki dunia pertambangan batubara yang penuh dengan tantangan, bagi investor yang sama sekali masih baru. Sebagai contoh kasus kaitannya dengan geologist, biasanya terjadi pada tahapan Penyelidikan Umum (PU). Pada tahapan ini geologist memberikan laporan tentang “sumber daya”. Sumberdaya menurut geologist adalah sumberdaya batubara yang ada pada daerah telitian berdasarkan singkapan yang ada (tanpa memperhitungkan apakah batubara itu layak/ mungkin untuk ditambang) dan masih menganggap bahwa singkapan menerus dengan ketebalan yang sama. Beda dengan calon investor baru yang menganggap bahwa “sumberdaya” adalah cadangan terukur yang ada pada daerah itu. Dengan perbedaan pandangan itu menjadikan calon investor merasa dirugikan (karena ketidaktahuannya), walupun sebetulnya masing-masing tidak bisa dipersalahkan. Contoh kasus pernah terjadi di daerah Sungaibabi daerah Long Iram Kutai Barat, dengan sumberdaya 2 juta ton tetapi setelah dilakukan pemboran detil cadangan hanya 350.000 ton. Contoh kasus lain daerah Sungai Senyiur Kutai Timur dengan sumberdaya 7 juta ton, tetapi setelah dilakukan penelitian lebih detil hanya terdapat cadangan 750.000 ton. Contoh lain mengenai kualitas batubara. Calon investor yang awam hanya mengerti istilah kualitas kaitannya dengan Calori Value saja. Padahal selain calori value masih ada faktor-faktor lain dalam kualitas seperti moisture, Ash,VM,S,VC, HGI dll. Banyak permasalahan yang kurang dimengerti oleh calon investor yang sama sekali belum pernah terjun dalam pertambangan, seperti: Rayuan maut Broker, sumber daya dan cadangan, Legalitas, Posisi KP (lahan), Tata Guna Lahan, Karakter Masyarakat, Stripping Ratio, Hauling Road, Struktur Geologi, , Bentuk kerjasama, Harga Pasar/Kebutuhan pasar. Tulisan ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis di lapangan dengan berbagai kasus. Semoga tulisan ini berguna bagi siapa saja khususnya bagi yang akan terjun dalam pertambangan batubara yang sama sekali masih awam dan juga mengajak geologist berwawasan geologi untuk tambang.

                  Item Type: Experiment
                  Subjects: 600 Teknologi
                  Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
                  Depositing User: Eny Suparny
                  Date Deposited: 01 Apr 2013 09:55
                  Last Modified: 08 Apr 2013 15:21
                  URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/5579

                  Actions (login required)

                  View Item