PERKEMBANGAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI CIMANDIRI BAGIAN TENGAH PADA PENAMPANG SUNGAI CIJARIAN, SUKABUMI JAWA BARAT, BERDASARKAN KAJIAN PALEONTOLOGI MOLUSKA

EDIYANTO, EDIYANTO and BASUKI , RAHMAD PERKEMBANGAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI CIMANDIRI BAGIAN TENGAH PADA PENAMPANG SUNGAI CIJARIAN, SUKABUMI JAWA BARAT, BERDASARKAN KAJIAN PALEONTOLOGI MOLUSKA. Prosiding Simposium dan Seminar Nasional Geomekanika ke-1 Tahun 2012 : Menggagas Masa Depan Rekayasa Batuan dan Terowongan di Indonesia, - (31). pp. 817-838. ISSN -

[img] PDF
Download (145Kb)

    Abstract

    There are 14 genus of moll usc, consist of gastropod and pelecypod in Cijarian river, Sukabumi West Java (Cimandiri Formation) are tor 'interpretation of the depositiorial environment. The benthic toramini teres is also used as comparison of the depositional environment interpretation. Stratigraphic section has been done for this study. Lithologically at the bottom consist of medium to coarse grain sandstone, conglomeratic sandston, and conglomerat and coquina limestone. In the middle part consist of silt. Fine to very finte grain sandstone. At the top were coarse grain sandstone, granules sandstone and conglomeratic sandstone. Almost of the layers are contain mollusc. Based on the mollusc an paleontological analyses, the development of depositional environment of Cimandiri Formation can be interpred as follows: Inlet-tidal estuarine - surf- shallow murine - inlet, finally to surf depositional environment. SARI Sebanyak 14 genus moluska (gastropoda dan pelecypoda) yang ditemukan di sungai Cijarian, Sukabumi Jawa Barat (Formasi Cimandiri), dipakai sebagai indikator dalam penentuan Iingkungan pengendapan. Sebagai pembanding dalam penentuan lingkungan pengendapan digunakan foraminifera bentos yang juga terdapat dalam lapisan di daerah penelitian. Litologi di daerah penelitian, bagian bawah berupa batupasir sedang sampai kasar, batu pasir konglomeratan, konglomerat, batugamping coquina. Bagian tengah terdiri dari atas batulanau, batupasir halus sampai sangat halus, bagian atas terdiri dari batupasir kasar, batupasir kerikilan, batupasir konglomeratan. Hampir disemua lapisan yang telah disebutkan ditemukan moluska. Berdasarkan kajian moluska, dapat diketahui perkembangan lingkungan pengendapan Formasi Cimandiri, dimulai dari Iingkungan pengendapan inlet - tidal estuarine surf paparan laut dangkal- inlet dan terakhir surf.

    Item Type: Article
    Subjects: 600 Teknologi
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 04 Apr 2013 11:35
    Last Modified: 04 Apr 2013 11:35
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/5625

    Actions (login required)

    View Item