WISATA ALAM BERBASIS GEOLOGI DAN MASYARAKAT SETEMPAT

EDIYANTO, EDIYANTO and JATMIKA, SETIAWAN WISATA ALAM BERBASIS GEOLOGI DAN MASYARAKAT SETEMPAT. [Experiment]

[img] PDF
Download (560Kb)

    Abstract

    Wisata alam di Indonesia pada umumnya hanya berbasis keindahan alamnya dan masih sangat jarang yang berbasis geologi. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah mengangkat daerah Ngawen Gunung Kidul DIY, untuk dapat dijadikan daerah tujuan “Wisata Alam Berbasis Geologi dan Masyarakat setempat”. Sedangkan Metode penelitian berupa pengamatan langsung di lapangan. Lokasi penelitian terletak di Pegunungan Selatan Yogyakarta, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografis terletak pada 110 o 21’ – 110 o 50’ BT dan 7 09’ LS, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Bantul dan Sleman (Yogyakarta), sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Klaten dan Sukoharjo (Propinsi JATENG), sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri (Propinsi JATENG), dan sebelah Selatan berbatasan dengan kecamatan lain dari Kabupaten Gunung Kidul. Secara geologi kita bisa melihat urut-urutan litologi dari tua ke muda. Dari paling tua ditemukan satuan batupasir tuffan yang berupa perselingan antara batupasir tuffan dan tuff dari Formasi Semilir, kemudian diatasnya kita temukan breksi vulkanik dari Formasi Nglanggran yang menjari dengan satuan batupasir gampingan yang berupa selang- seling antara batupasir gampingan dengan batugamping, kemudian diatasnya diendapkan Formasi Wonosari yang berupa batugamping terumbu. Terakhir kita bisa melihat produk Gunung Api Muda berupa lava ( Autobreccia). Daerah telitian berupa punggungan yang membentuk tapal kuda yang membatasi sebuah depresi, membujur barat – timur. Dari sisi wisata kita bisa melihat pemandangan alam dengan kearifan lokalnya yang berupa hijaunya padi, hamparan sawah pada bagian barat, selatan, timur, utara dan gunung Merapi dapat terlihat pada bagian utara. Di lereng bagian selatan kita dapat melakukan wisata tracking pada jalan setapak yang curam dan menantang di tengah-tengah berbagai tumbuhan langka pada hutan Wonosadi dengan batuan dasar berupa autobreccia dari produk Gunung Api Muda. Di bagian tengah kita jumpai kawasan rata diantara punggungan yang berbentuk tapal kuda ini , dapat dimanfaatkan untuk kegiatan outbond, paralayang atau kegiatan yang lain. Pada punggungan bagian barat di gunung Gambar kita bisa menikmati wisata religius dengan adanya petilasan dari seorang pangeran yang berasal dari Mangkunegaran Surakarta yang bernama Pangeran Sambernyowo dengan beberapa peninggalannya. Dari gunug Gambar ini kita bisa melihat hijaunya hamparan sawah dan pegunungan, baik ke arah utara, timur, selatan dan barat. Batuan dasar dari Gunung Gambar berupa satuan batupasir tuffan dari Formasi Semilir. Kemudian dari sisi masyarakat siap untuk melakukan koservasi dan belajar tentang geologi daerah ini untuk dapat dijadikan daerah wisata yang berbasis geologi dan masyarakat setempat Diharapkan hasil dari pengembangan kawasan wisata ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat yang hanya sebagai petani tadah hujan dan sekaligus meningkatkan PAD daerah Gunung Kidul. Kata kunci: wisata alam, geologi, pegunungan selatan, masyarakat

    Item Type: Experiment
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 04 Apr 2013 11:40
    Last Modified: 04 Apr 2013 11:40
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/5626

    Actions (login required)

    View Item