Pembuatan Biocoal Sebagai Bahan Bakar Alternatif dari Batubara dengan Campuran Arang Serbuk Gergaji Kayu Jati,Glugu dan Sekam Padi

Jamilatun, Siti and Kusuma, Dyan and A.S.S, Shakti and Ferdiant, Ferry Pembuatan Biocoal Sebagai Bahan Bakar Alternatif dari Batubara dengan Campuran Arang Serbuk Gergaji Kayu Jati,Glugu dan Sekam Padi. Pembuatan Biocoal Sebagai Bahan Bakar Alternatif dari Batubara dengan Campuran Arang Serbuk Gergaji Kayu Jati,Glugu dan Sekam Padi. (Submitted)

[img]
Preview
PDF
Download (240Kb) | Preview

    Abstract

    Saat ini Indonesia masih mengandalkan sumber energy dari pertambangan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar. Padahal energy yang tercipta dari fosil dan jasad renik yang berupa minyak, gas, dan Batubara merupakan sumber energy yang tidak dapat diperbaharui. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa cadangan minyak mentah di Indonesia tinggal 0,6 % dari minyak bumi dunia dan diperkirakan 20 tahun kedepan akan habis, sehingga perlu dipikirkan energy alternatifnya. Sementara itu, semakin lama laju kebutuhan akan bahan bakar semakin meningkat, seiring dengan pertumbuhan Ekonomi dan pertumbuhan penduduk yang pesat. Saat ini cadangan minyak tinggal 1%, dan gas bumi hanya 1,4% dari total cadangan minyak dan gas dunia, sedangka cadangan Batubara hanya 3% dari cadangan batubara dunia ( www. Pertamina.com ). Pada tahun 2010 Indonesia akan menjadi net oil importer karena cadangan minyak telah habis, artinya nilai import minyak akan lebih besar dari pada nilai eksport ( Kusumopradono, 1994 ). Penelitian dimulai dengan membersihkan, menyiapkan bahan-bahan untuk pembuatan briket, yakni, serbuk gergaji kayu jati, sekam padi, kayu glugu dan batubara . Setelah itu biomassa diarangkan, dihaluskan dengan ukuran tertentu, kemudian dicampur dengan batubara dengan ukuran yang sama 80 mesh dan digunakan perekat tepung kanji dengan perbandingan arang biomassa:batubara dengan perbandingan yang bervariasi, dengan perekat sebanyak 20 gram, jadi perbandingan bahan dengan perekat adalah 9:1. Setelah itu adonan itu dicetak, hasil cetakan dikeringkan beberapa hari dengan sinar matahari dan diamati hasinya, pecah atau tidak.. Dari hasil penelitian didapatkan biocoal yang paling baik adalah briket yang memiliki perbandingan antara batu bara :(biomasa) serbuk arang : perekat tepung kanji adalah 45:45:10 itu dapat dilihat dari bentuk dan tingkat kekerasan biket, dengan kuat tekanan cetakan yang optimum sebesar 10 putaran atau 77.161 lb. Biocoal dengan perbandingan antara batu bara, (biomasa) serbuk arang dan perekat tepung kanji adalah 45:45:10 mempunyai jumlah kalor rata-rata sebesar 5.138,33 kalori/gram. Biocoal yang mempunyai nilai kalor paling tinggi adalah campuran batu bara dan sekam padi dengan perbandingan 45:45 dan perekat tepung kanji 10 gr mempunyai jumlah kalor sebesar 5.226 kalori/gram. Key word: Biocoal, kekerasan, nilai kalor

    Item Type: Article
    Subjects: 600 Teknologi
    Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Kimia
    Depositing User: Wikan Pinandhito
    Date Deposited: 15 Jul 2011 08:17
    Last Modified: 15 Jul 2011 08:17
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/564

    Actions (login required)

    View Item