KAJIAN TEKNIS KEMAMPUAN PRODUKSI PEREMUK BATUANPADA UNIT PENGOLAHAN BATUGAMPING PLANT 9 DI PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk. PALIMANAN CIREBON JAWA BARAT

IFAN , TILARSO (2013) KAJIAN TEKNIS KEMAMPUAN PRODUKSI PEREMUK BATUANPADA UNIT PENGOLAHAN BATUGAMPING PLANT 9 DI PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk. PALIMANAN CIREBON JAWA BARAT. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] PDF
Download (14Kb)

    Abstract

    PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri semen yang salah satu pabriknya terletak di Kabupaten Cirebon dimana Limestone/Batugampingsebagai bahan bakunya 9 merencanakan peningkatan sasaran produksi semen sebesar 2.300.000 ton per tahun, sehingga diperlukan batugamping sebesar atau 8.201 ton per hari atau 546 ton per jam. Produksi nyata yang dicapai oleh unit peremuk batugamping Plan 9 pada saat ini adalah 6.674 ton per hari atau 445 ton per jam dengan waktu kerja efektif sebesar 15 jam per hari sehingga dengan produksi yang dihasilkan oleh pabrik peremuk batugamping Plan 9 belum dapat memenuhi target yang direncanakan. Proses peremukan yang dilakukan terdiri dari dua tahap peremukan dengan umpan terbesar 1.000 mm dan ukuran produk 220 mm pada peremukan pertama (jaw crusher). Pada peremukan kedua hasil dari peremukan pertama sebagai umpan peremukan kedua dengan ukuran umpan terbesar sebesar 350 mm dan ukuran produk ahkir sebesar -50 mm. Sebagai upaya agar diperoleh jumlah produksi yang memenuhi sasaran produksi, maka perlu dilakukan penilaian kesedian alat terhadap produksi unit alat peremuk batugamping Plan 9. Waktu kerja efektif 905,39 menit per hari dari waktu yang tersedia 1.350 menit per hari dan efesiensi kerja sebesar 67 %. Dari data tersebut, sasaran produksi yang diinginkan belum dapat terpenuhi. Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan jam efektifitas kerja sebesar 67% di unit peremuk belum optimal, hal tersebut disebabkan beberapa hal antara lain jumlah pengumpan material batugamping yang masih rendah dan penggunaan jaw crusher sebagai alat peremuk pertama tidak cocok untuk material basah seperti batugamping. Hasil perhitungan jumlah pengumpanan untuk target yang direncanakan sebesar 546 ton per jam sebesar 18 kali per jam sedangkan jumlah pengumpanan pada saat ini sebesar 15 kali per jam. Untuk memenuhi target produksi yang direncanakan dibutuhkan penambahan umpan sebesar 3 kali untuk setiap jamnya. Penambahan pengumpanan material batugamping menjadi 546 ton per jam dari yang semula sebesar 445 ton per jam,dapat memenuhi sasaran produksi sebesar 8.201 ton per hari atau 2.300.000 ton per tahun dapat tercapai.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 25 Jun 2013 13:38
    Last Modified: 25 Jun 2013 13:38
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/6252

    Actions (login required)

    View Item