MAKNA PESAN ANTI KORUPSI (Analisis Semiotika Makna Pesan Anti Korupsi dalam Film Selamat Siang, Risa!)

FARMADITYA, WISNUWARDHANA (2013) MAKNA PESAN ANTI KORUPSI (Analisis Semiotika Makna Pesan Anti Korupsi dalam Film Selamat Siang, Risa!). Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (82Kb) | Preview

    Abstract

    Permasalahan korupsi bukanlah hal baru dalam persoalan suatu negara, termasuk juga Indonesia. Beberapa lembaga yang melakukan survei dan pengawasan terhadap permasalahan korupsi negara-negara di dunia, menilai Indonesia sebagai negara yang sangat rawan akan praktik korupsi. Korupsi adalah gejala akan adanya suatu kesalahan dalam manajemen negara. Melihat realita ini, KPK terus berusaha untuk melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Tidakan tidak hanya dilakukan dengan penegakan hukum, tetapi juga dengan pendidikan untuk menumbuhkan budaya anti korupsi. Media film dipilih untuk menyampaikan pesan anti korupsi karena sebagai budaya massa atau pop culture, film dianggap efektif untuk menjangkau dan mempengaruhi khalayak. Melalui media film ini diharapkan untuk dapat membuka pemikiran masyarakat, tentang sebab akibat praktik korupsi yang nyatanya begitu dekat dengan kehidupan masyarakat itu sendiri. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori semiotik Ferdinand de Saussure, yang digunakan untuk menafsirkan tanda-tanda yang terdapat dalam film Selamat Siang, Risa!. Hasil penelitian menunjukan jika film ini berhasil merekonstruksikan permasalahan korupsi dengan baik. Penggambaran tentang dampak buruk daripada korupsi, serta pesan-pesan moral bagi masyarakat digambarkan dengan jelas. Dimana setiap manusia memiliki sifat baik dan buruk, yang membuatnya mengalami pertentangan tentang apa yang benar dan salah. Sehingga setiap orang berpotensi melakukan praktik korupsi, karena dalam diri individu pada dasarnya memiliki dorongan untuk melakukan tindakan yang salah. Keluarga berperan penting dalam pembentukan karakter seorang anak. Penanaman nilai-nilai kebaikan dan pengembangan integritas moral dalam pembentukan karakter seseorang, nantinya akan digunakan sebagai pegangan dalam kehidupan bermasyarakat. Sutradara sebagai komunikator ingin menyampaikan bahwa, nilai-nilai kebaikan dan integritas moral dapat mencegah seseorang untuk melakukan tindakan yang salah, termasuk juga praktik korupsi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 400 Bahasa
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 02 Jul 2013 11:01
    Last Modified: 02 Jul 2013 11:01
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/6327

    Actions (login required)

    View Item