GEOLOGI DAN STUDI MINERALISASI DAERAH PASLATEN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TATAPAAN, KABUPATEN MINAHASA SELATAN, SULAWESI UTARA

HARI WIKI , UTAMA (2013) GEOLOGI DAN STUDI MINERALISASI DAERAH PASLATEN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TATAPAAN, KABUPATEN MINAHASA SELATAN, SULAWESI UTARA. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] PDF
Download (142Kb)

    Abstract

    Lokasi penelitian secara administratif termasuk kedalam Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara dan secara geografis terletak pada Zona 51 tepatnya 124 0 34’ 38.5” - 123 0 37’ 20.3” bujur timur dan 1 0 16’ 43.1” - 1 18’ 54.2” lintang utara. Pengamatan pada citra SRTM dem Sulawesi Utara menunjukan bahwa ± 70% luas daerah penelitian merupakan volcanic terrain yang dikontrol oleh kelurusan strukturstruktur berarah relatif NW-SE, SE-NW dan N-S. Pola pengaliran yang mengontrol daerah penelitian adalah dendritik, subdendritik dan rectangular. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi enam satuan geomorfik, meliputi: Satuan Perbukitan Aliran Lava, Satuan Lereng Aliran Lava, Satuan Lembah Struktural, Satuan Tubuh Sungai, Danau dan Satuan Dataran Alluvial. Stratigrafi daerah telitian dari tua ke muda disusun oleh satuan lava andesit terubah (Miosen Tengah), satuan lava andesit (Pliosen) dan satuan endapan alluvial (Holosen – Resen). Struktur geologi yang terdapat pada daerah telitian berupa kekar dan sesar mendatar dan sesar turun. Sesar-sesar berkembang baik pada litodem lava andesit terubah, yaitu : Sesar berarah NE – SW seperti : Sesar Mendatar Ma’asin–1, Sesar Mendatar Ma’asin–2, Sesar Mendatar Paslaten Satu, Sesar Mendatar Sinengkeian dan Sesar Turun Paslaten-1. Sesar berarah SE – NW seperti : Sesar Mendatar Manembo, Sesar Mendatar Ma’asin dan Sesar Mendatar Paslaten dan sesar yang relatif berarah N – S Sesar Mendatar Sulu, hal ini sebagai jalur/channel way bagi fluida hidrotermal naik kepermukaan sehingga mempengaruhi pola/sebaran alterasi dan mineralisasi. Alterasi didaerah penelitian dibagi menjadi tiga zona, yaitu : zona kuarsa – serisit – pirit ± klorit (tipe filik), zona kaolinit – monmorilonit – klorit – kuarsa ± pirit (tipe argilik) dan zona klorit – kalsit ± epidot ± pirit (tipe propilitik). Mineralisasi pada daerah penelitian terjadi pada urat kuarsa (vein hingga veinlet), breksi hidrothermal dan stockwork. Terdapat tiga tekstur bijih mineralisasi, yaitu : tekstur pengisian, tekstur pergantian dan tekstur eksolusi. Mineralisasi logam ditandai dengan keberadaan urat kuarsa yang mengandung mineral pembawa bijih logam Cu, Zn, Pb, Au dan Ag asosiasi mineral bijih yang ditemukan berupa mineral sulfida, mineral oksida, mineral kalaverit dan native gold/emas. Mineralisasi didaerah penelitian dibagi menjadi dua fase, fase hipogen dan fase pengkayaan supergen. Evaluasi berdasarkan karakteristik alterasi dan mineralisasi daerah penelitian merupakan tipe endapan epithermal sulfidasi rendah. Kata Kunci : Pola Pengaliran, Geomorfologi, Stratigrafi, Struktur Geologi, Alterasi Hidrothermal dan Mineralisasi. 0

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 09 Jul 2013 12:55
    Last Modified: 09 Jul 2013 12:55
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/6483

    Actions (login required)

    View Item