GEOLOGI DAN MINERALISASI BIJIH DAERAH DUSUN DAROK, DESA BANTAI, KECAMATAN BONTI, KABUPATEN SANGGAU, KALIMANTAN BARAT

GILBERT GIFT , PASARU (2013) GEOLOGI DAN MINERALISASI BIJIH DAERAH DUSUN DAROK, DESA BANTAI, KECAMATAN BONTI, KABUPATEN SANGGAU, KALIMANTAN BARAT. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] PDF
Download (14Kb)

    Abstract

    SARI Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui arah dan sebaran mineralisasi bijih di daerah telitian. Daerah penelitian secara administrasi terletak di Dusun Darok, Desa Bantai, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Secara geografis berada pada zona UTM 49M dengan koordinat 457400mE – 461400mE dan 66500mN –69500mN atau N 0°36°098“-0°37°727“ LU dan E 110°37°029“-110°39°186“ BT. Metode penelitian ini menjadi 3 tahapan : 1. Tahap persiapan yang dimana terdiri dari persiapan peta rupa bumi (RBI), peta geologi regional blog sanggau dengan skala 1 : 250.000 dan studi pustaka dari peneliti sebelumnya. 2. Tahap lapangan yang dimana terdiri dari observasi, pengukuran struktur geologi (kekar dan foliasi), pengamatan morfologi dan pengambilan conto batuan secara megaskopis. 3. Tahap analisa data yang dimana tediri dari analisa petrografi dan analisa Geokimia AAS (Atomic Absorbtion Spectophotometric). Hasil akhir yang didapatkan dari penelitian ini yaitu : 1. Geomorfologi daerah penelitian berdasarkan klasifikasi Van Zuidam (1983), dapat dikelompokkan menjadi dua satuan geomorfik, yaitu bentukan asal denudasional dan bentuk asal fluvial, serta dibagi menjadi tiga satuan subgeomorfik, yaitu satuan perbukitan berlereng sangat curam - miring (D1), perbukitan berlereng curam - landai (D2) dan dataran antar perbukitan (F1). 2. Stratigrafi daerah penelitian berturut-turut mulai dari bagian yang paling tua terdiri dari empat satuan yaitu satuan sekis, satuan sabak, satuan batulanau, dan satuan endapan alluvial. Satuan sekis dan satuan sabak memiliki hubungan starigrafi selaras dengan umur Perm Awal, sedangkan satuan batulanau dengan umur Perm Akhir memiliki hubungan tidak selaras dengan satuan skiss di bawahnya. Satuan endapan alluvial terendapkan di atasnya dengan hubungan stratigrafi tidak selaras terhadap satuan yang lain, dengan umur Holosen. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian adalah kekar. Hasil dari analisis orientasi kekar berdasarkan pengambilan data statistik, maka didapat arah umum N 035 o E dan N 315 o E, dimana tegasan utamanya relatif utara – selatan. 3. Alterasi hidrotermal di daerah penelitian dapat dibagi menjadi dua tipe alterasi yaitu alterasi propilitik dan alterasi argilik. Zona propilitik menempati 60% dari luas area. Zona ini memiliki sebaran utara – selatan pada bagian barat daerah penelitian. Alterasi propilitik (epidot, klorit, albit, dan kalsit) terdapat pada satuan sekis dan satuan sabak. Zona argilik menempati 40% dari luas area. Zona ini memiliki sebaran utara – selatan pada bagian timur daerah penelitian. Alterasi argilik (kaolinit, ilit, monmorilonit, dan klorit) terdapat pada satuan batulanau. 4. Potensi geologi yang terdapat di daerah penelitian dapat dibagi menjadi 2 yaitu potensi yang positif dan potensi yang negatif. Potensi positif berupa bijih besi yang bernilai ekonomis sehingga dapat dimanfaatkan sabagai bahan galian oleh pihak – pihak tertentu seperti pemerintah, perusahaan maupun masyarakat sekitar daerah telitian. Adapun potensi geologi yang bersifat negatif berupa gerakan massa batuan, dengan jenis debris slide dimana gerakan massa ini jika tidak ditanggapi dengan serius dapat memakan korban jiwa dikarenakan kejadian gerakan massa ini dapat terjadi sewaktu-waktu yang tidak dapat diperkirakan akan terjadinya.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 15 Aug 2013 10:25
    Last Modified: 15 Aug 2013 10:25
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/6626

    Actions (login required)

    View Item