GEOLOGI DAN PARAGENESIS ALTERASI SERTA KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP ALTERASI HIDROTERMAL DAERAH GAGEMBA DAN SEKITARNYA, DISTRIK HOMEYO, KABUPATEN INTAN JAYA, PROVINSI PAPUA

ARIEF , PRABOWO (2013) GEOLOGI DAN PARAGENESIS ALTERASI SERTA KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP ALTERASI HIDROTERMAL DAERAH GAGEMBA DAN SEKITARNYA, DISTRIK HOMEYO, KABUPATEN INTAN JAYA, PROVINSI PAPUA. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (155Kb) | Preview

    Abstract

    Daerah penelitian terletak di daerah Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua. Secara geografis terletak pada koordinat 136° 47’ 0’’ - 136° 49’ 0’’ BT dan 3° 42’ 0’’ - 3° 43’ 30’’ LS, Daerah penelitian memiliki luas 3,7 x 2,725 km dengan skala peta 1:12.500. Metode penelitian adalah dengan pemetaan geologi permukaan, kemudian dilakukan analisis laboratorium dan studio untuk menghasilkan peta lintasan, peta geomorfologi, peta geologi, peta lokasi pengamatan alterasi, peta zona alterasi serta mengetahui kondisi alterasi hidrotermal dan pengaruh struktur geologi terhadap alterasi hidrotermal daerah penelitian. Satuan geomorfologi daerah penelitian adalah Satuan Bentuk Lahan Gawir Garis Sesar dan Satuan Bentuk Lahan Tubuh Sungai. Pola pengaliran berupa pola subparalel. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan batuan tidak resmi. Urutan dari tua ke muda sebagai berikut: Satuan Serpih Darewo (Jura-Kapur), Satuan Batugamping Waripi (Paleosen Awal), , Satuan Intrusi Andesit (Pliosen), dan Satuan Endapan Alluvial (Resen). Struktur geologi yang ditemukan di daerah penelitian yaitu Sesar Mendatar Kiri Wakabu, Sesar Naik Kiri Gagemba, Sesar Naik Kiri Sabu Atas yang berpola baratlaut-tenggara dan Sesar Mendatar Kanan Naik Hulagupa, Sesar Mendatar Kanan Naik Sabu Bawah yang berpola timurlautbaratdaya dan Sesar Turun Gagemba 1 dan 2 yang berpola utara-selatan. Zona alterasi hidrotermal pada daerah penelitian terdiri dari tiga zona alterasi, yaitu: Zona Potasik, Zona Propilitik, dan Zona Filik. Secara megaskopis ditemukan mineralisasi berupa pirit dan kalkopirit secara diseminasi dan hadir pada urat. Berdasarkan kenampakan overprint mineral pada sayatan petrografi, maka tahapan alterasi pada daerah penelitian dimulai dari alterasi potasik, propilitik, kemudian overprint oleh alterasi filik. Penyebaran zona alterasi berpola barat-timur dan utara-selatan yang dikontrol oleh pola sesar yang ada pada daerah penelitian. Hasil analisis geokimia AAS menunjukkan adanya komoditi logam Au-Cu. Sistem endapan hidrotermal daerah penelitian merupakan tipe endapan porfiri Au-Cu. i

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 20 Sep 2013 09:12
    Last Modified: 20 Sep 2013 09:12
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/6817

    Actions (login required)

    View Item