GEOLOGI DAN STUDI KUALITAS BATUBARA SEAM A BERDASARKAN NILAI ABU, SULFUR, DAN KALORI DAERAH BATULAKI KM 14 DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SATUI, KABUPATEN TANAH BUMBU, PROPINSI KALIMANTAN SELATAN

BANGKIT, BARADYANTO (2013) GEOLOGI DAN STUDI KUALITAS BATUBARA SEAM A BERDASARKAN NILAI ABU, SULFUR, DAN KALORI DAERAH BATULAKI KM 14 DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SATUI, KABUPATEN TANAH BUMBU, PROPINSI KALIMANTAN SELATAN. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (97Kb) | Preview

    Abstract

    Lokasi telitian termasuk dalam wilayah PKPPB PT. Borneo Indobara Berdasarkan morfologi dan aspek-aspek yang mengontrolnya, daerah telitian dibagi menjadi 2 bentuk asal yaitu bentuk asal struktural dan fluvial. Satuan geomorfologi dibagi menjadi 4 satuan antara lain: perbukitan homoklin Secara regional daerah telitian termasuk dalam Sub Cekungan Asam-asam yang merupakan sub cekungan dari Cekungan Barito. Stratigrafi daerah t elitian dari tua ke muda yaitu: satuan batulempung Warukin, secara tidak selaras ditutupi satuan batupasir Dahor, dan secara tidak selaras di atas kedua satuan tersebut diendapkan satuan endapan alluvial. Satuan batulempung Warukin diendapkan pada lingkungan transitional lower delta plain pada Kala Miosen Tengah - Miosen Akhir. Satuan batupasir Dahor diendapkan pada lingkungan upper delta plain pada Kala Pliosen - Pleistosen Awal. Satuan endapan alluvial diendapkan pada lingkungan darat pada Kala Holosen. Struktur geologi di daerah telitian adalah struktur homoklin. Aktivitas struktural tidak berkembang dengan baik dan dimungkinkan tidak terlalu berpengaruh terhadap tatanan geologi daerah telitian. Pada daerah telitian terdapat lapisan batubara seam A dengan ketebalan mencapai 4,98 m. Berdasarkan analisis kualitas batubara seam A nilai tertinggi pada abu yaitu 3,78% adb dan terendah 2,64% adb. Hal ini disebabkan adanya pengotor bawaan saat batubara terbentuk. Nilai tertinggi sulfur yaitu 0,19% adb dan terendah 0,12% adb. Nilai sulfur yang rendah tersebut disebabkan karena pengendapan batubara tidak langsung berhubungan dengan air laut sehingga pH dalam gambut tidak memicu pertumbuhan kandungan sulfur yang tinggi. Nilai tertinggi kalori yaitu 5856 kcal/kg dan terendah 5620 kcal/kg. Nilai kalori ini berbanding terbalik terhadap nilai abu dan sulfur. Berdasarkan nilai kualitas secara umum menurut klasifikasi ASTM 1981, peringkat batubara seam A adalah Subbituminous A coal.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 27 Sep 2013 11:28
    Last Modified: 27 Sep 2013 11:28
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/6926

    Actions (login required)

    View Item