GEOLOGI DAN STUDI POTENSI GERAKAN TANAH DAERAH PANUSUPAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN REMBANG, KABUPATEN PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH

RESA PRADISTA, PRADISTA (2013) GEOLOGI DAN STUDI POTENSI GERAKAN TANAH DAERAH PANUSUPAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN REMBANG, KABUPATEN PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (79Kb) | Preview

    Abstract

    Daerah telitian secara Geographic (Longitude/Latitude) terletak pada koordinat 07°16’29” – 07°18’19” LS dan 109°30’47” – 109°34’19” BT, secara Universal Tranverse Mercator ( WGS 84, Zona 49 Selatan) pada koordinat 91 95 600 03 35 847 – 03 42 046 mU. Secara administratif, daerah telitian terdiri dari 4 desa yaitu Desa Panusupan, Desa Gunung Wuled, Desa Tanalum, Desa Sumampir Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Propinsi Jawa Tengah. Pada daerah telitian didapatkan 5 satuan batuan, dari tua kemuda yaitu: satuan breksi Kumbang berumur N.9 – N.10 (Miosen Tengah), satuan batulempung Halang berumur N.11 – N.18 (Miosen Tengah - Pliosen Awal), satuan batupasir Tapak berumur N.19 – N.21 (Pliosen Awal – Pliosen Akhir), satuan breksi Tapak berumur N21 (Pliosen Akhir), dan satuan endapan aluvial berumur Holosen. Daerah telitian dapat dibagi menjadi enam subsatuan geomorfik yang terdiri dari: satuan lembah homoklin (S1), lembah antiklin (S2), satuan perbukitan sinklin (S3), satuan perbukitan vulkanik terdenudasi (D1), satuan tubuh sungai (F1) dan satuan dataran aluvial (F2). Struktur geologi yang berkembang di daerah telitian terdiri dari kekar, sesar naik dan lipatan. Ditinjau data (kekar) yang berkembang pada lereng longsoran didapatkan skala kekuatan spasi kekar lemah – sedang, Secara umum daerah telitian merupakan daerah rawan / rentan longsor, yaitu dengan longsoran tipe rockfall dan debris slide nilai faktor keamanan - 1.07 < F < 1.25. Dari perhitungan manual stabilitas lereng didapatkan faktor keamanan lereng terkecil pada kondisi jenuh, berdasarkan keseimbangan batas pada lereng kondisi jenuh : 0.698, 0.892 dan 0.893. Sedangkan berdasarkan analisa software slide 6.0 yaitu 0.817, 1.045, dan 1.064. Berdasarkan faktor keamanan lereng maka daerah ini biasa/sering terjadi longsoran karena FK< 1,07 (Bowles, 1991). Potensi geologi pada daerah telitian dibagi menjadi 2, yaitu: potensi geologi positif contohnya penambangan lava andesit-basalt, penambangan sirtu, sumber mata air, dan geowisata air terjun, sedangkan potensi geologi negatif berupa gerakan tanah

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 30 Oct 2013 14:03
    Last Modified: 30 Oct 2013 14:03
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/7609

    Actions (login required)

    View Item