Kendali Geologi terhadap kemiringan dan kemenerusan lapisan batubara Daerah tanah Merah dan sekitarnya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanagara, Propinsi Kalimantan Timur

Maria Auresti, Kefi (2011) Kendali Geologi terhadap kemiringan dan kemenerusan lapisan batubara Daerah tanah Merah dan sekitarnya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanagara, Propinsi Kalimantan Timur. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

Lokasi telitian berada di wilayah konsesi PT Kaltim Batu Manunggal. Secara administratif terletak di daerah Tanah Merah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kertanegara, Propinsi Kalimantan Timur. Secara astronomis terletak pada koordinat N 9910285-N 9913265 dan E 511200-E 513200, dengan luas 2.980 km x 2 km, skala 1 : 5.000. Metodologi yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari 3 (tiga) tahapan yaitu: akusisi, analisa, dan sintesa. Akusisi merupakan tahapan perolehan data, tahap analisa dilakukan terhadap hal yang menyangkut geologi batubara daerah telitian, dan tahap sintesa yaitu menyimpulkan dari berbagai analisa tersebut. Daerah telitian secara regional terletak di Cekungan Kutai yang dipengaruhi tegasan regional seperti terlihat pada geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, kemiringan dan kemenerusan lapisan batubara di daerah telitian. Berdasarkan aspek-aspek geomorfologi menurut Verstappen, 1985, maka daerah penelitian dibagi menjadi 4 (empat) satuan geomorfik, yaitu punggungan homoklin (S1), dataran homoklin (S2), dataran bekas rawa (F1), dan tubuh sungai (F2). Mengacu pola pengaliran menurut Howard, 1967, maka pola pengaliran daerah telitian termasuk dalam subdendritik. Stratigrafi daerah telitian terdiri dari empat satuan batuan dari tua ke muda yakni satuan batupasir Balikpapan yang diendapkan di lingkungan transitional lower delta plain, berumur Miosen Tengah-Akhir, terendapkan selaras dengan satuan di atasnya. Terdapat lapisan batubara seam 1 (tebal 0.4 m) dan seam 2 (tebal 0.49 m). Satuan perselingan batupasir dan batulempung Balikpapan yang diendapkan di lingkungan transitional lower delta plain, berumur Miosen Tengah, terendapkan selaras dengan satuan di atasnya. Terdapat lapisan batubara seam 3 (tebal 2.15 m), seam 4 (tebal 0.9 m), seam 5 (tebal 1.25 m), seam 6 (tebal 2.05 m). Satuan batupasir kuarsa Kampungbaru yang diendapkan di lingkungan Upper delta plain, berumur Pliosen, terendapkan tidak selaras dengan batuan di atasnya. Terdapat lapisan batubara seam 7 (tebal >0.22 m). Satuan endapan alluvial, berumur Resen merupakan endapan darat yang memiliki fragmen lepas berukuran kerakal hingga lempung. Berdasarkan hasil pengukuran kedudukan lapisan batuan di daerah telitian, ada perbedaan kemiringan lapisan batuan. Di bagian timurlaut dengan jurus berkisar N 0250 E – N 0540 E kemiringannya relatif lebih terjal dibanding kemiringan bagian baratdaya dengan jurus berkisar N 0380 E – N 0580 E. Perbedaan kemiringan pada bagian timurlaut dan baratdaya dengan kemenerusan sebaran batuan (Cropline) yang relatif berarah timurlaut-baratdaya, menunjukkan bahwa daerah telitian merupakan sayap antiklin. Secara regional dan dalam gambar citra radar, kemenerusan lapisan batubara daerah telitian masih menerus hingga ratusan kilometer, namun setempat-setempat terpotong oleh adanya sesar. Berdasarkan data tersebut, maka faktor pengendali kemiringan dan kemenerusan lapisan batubara di daerah telitian dikontrol oleh struktur geologi antiklin.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 500 Sains dan Matematika
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 13 Sep 2011 01:36
Last Modified: 11 May 2015 02:38
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/767

Actions (login required)

View Item View Item