GEOLOGI DAN ALTERASI PADA “LOW GRADE PORPHYRY”, DAERAH NAGAMAS DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SEKONGKANG, KABUPATEN SUMBAWA BARAT, PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT

CHRISMA WIDHI , NURADHI (2013) GEOLOGI DAN ALTERASI PADA “LOW GRADE PORPHYRY”, DAERAH NAGAMAS DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SEKONGKANG, KABUPATEN SUMBAWA BARAT, PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] PDF
Download (78Kb)

    Abstract

    Secara administratif, daerah penelitian termasuk dalam wilayah Nagamas, Kabupaten Sekongkang, Kecamatan Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara geografis, daerah telitian terletak pada posisi UTM 0480600 – 0484400 dan 9008400 – 9011200 Zona 50 M. Pemetaan geologi dilakukan dengan luasan ± 11 km 2 dengan skala peta 1:10.000. Nagamas terletak 2 km di sebelah barat open pit Batu Hijau. Metode penelitian yang dilakukan adalah pengambilan data lapangan dengan analisis petrografi, XRD, ASD, petrologi, dan struktur geologi untuk menghasilkan peta lintasan, peta geomorfologi, peta geologi, peta alterasi, dan peta struktur. Satuan geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi 4 (empat) bentuk lahan, yaitu: Perbukitan Intrusi Terkikis (D1), Lereng Vulkanik Terkikis (D2), Lembah Terkikis Struktur Sesar (S1) dan Tubuh Sungai (F1). Pola pengaliran yang berkembang berupa pola pengaliran subdendritik. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi 5 (lima) satuan tidak resmi dengan urutan dari tua ke muda sebagai berikut: Satuan Tuf Litik (Miosen AwalMiosen Tengah), Satuan Intrusi Andesit Porfiritik (Miosen Tengah), Satuan Intrusi Diorit Kuarsa (Miosen Akhir), Satuan Intrusi Breksi Diatrem (Pliosen Akhir), dan Satuan Endapan Aluvial (Holosen). Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian berupa kekar yang menunjukkan arah umum tegasan yang bekerja berarah utara-selatan (N-S) hingga baratlaut-tenggara (NW-SE) dan sesar mendatar kiri dengan arah baratlaut-tenggara (NW-SE). Zona alterasi daerah penelitian dibagi menjadi 4 (empat), yaitu: zona biotitaktinolit-magnetit-kuarsa (zona potasik), zona kuarsa-serisit-klorit (zona filik), zona kaolinit-smektit-illit (zona argilik), dan zona klorit-epidot (zona propilitik). Mineralisasi yang paling dominan pada daerah penelitian berupa mineral sulfida jenis pirit (FeS2) dengan sedikit kehadiran kalkopirit (CuFeS ). Daerah penelitian merupakan tipe endapan porfiri low grade yang dicirikan oleh tipe urat kuarsa A+B, vein density 1-≥5%, alterasi biotit sekunder+klorit+epidot+mineral lempung, dan mineralisasi berupa pirit±kalkopirit. 2 Kata kunci: Geomorfologi, Stratigrafi, Struktur Geologi, Alterasi, Mineralisasi, Low Grade.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 25 Nov 2013 13:32
    Last Modified: 25 Nov 2013 13:32
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/7710

    Actions (login required)

    View Item