ANALISIS KEMANTAPAN KERENG PIT 10 (SEPULUH) DI PT ANDANI GLOBAL PULAU BUNYU KABUPATEN BOLONGAN KALIMANTAN TIMUR

ANJAYA S., ANJAYA S. (2013) ANALISIS KEMANTAPAN KERENG PIT 10 (SEPULUH) DI PT ANDANI GLOBAL PULAU BUNYU KABUPATEN BOLONGAN KALIMANTAN TIMUR. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] PDF
Download (50Kb)

    Abstract

    PT. Adani Global merupakan perusahaan pertambangan batubara yang terletak di Pulau Bunyu Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Timur. PT. Adani Global membagi wilayah penambangannya menjadi 2 Pit yaitu Pit 4 dan Pit 10 serta menggunakan sistem tambang terbuka dalam penambangannya hingga kedalaman -25 m, hal ini menyebabkan terbentuknya dinding lereng berupa jenjang – jenjang. Penelitian ini dilaksanakan di Pit 10 yang belum dilakukan analisis kestabilan lereng terhadap rancangan penambangan, untuk mengetahui tingkat kestabilan lereng yang didasarkan nilai Faktor Keamanan. Kajian teknis dilakukan dengan cara penyelidikan geoteknik, berupa pengambilan sampel batuan dengan pengeboran di 3 titik yaitu GT 03, GT 04 dan GT 05 pada daerah Pit 10. Sampel batuan tersebut diuji di laboratorium untuk mendapatkan karakteristik massa batuan berupa bobot isi, nilai kohesi, dan sudut geser dalam. Kajian teknis kestabilan lereng dilakukan dengan metode kesetimbangan batas yaitu metode bishop dengan bantuan perangkat lunak Slide V.5 by Rocksience. Kajian teknis dilakukan pada 3 penampang melintang yang dibuat di rancangan penambangan Pit 10. Pada penampang A – A’ tinggi lereng keseluruhan 40 m, kemiringan lereng keseluruhan 50 o , diperoleh nilai faktor keamanan 1,459 kondisi jenuh, penampang B – B’ tinggi lereng keseluruhan 80 m, kemiringan lereng keseluruhan 47 o , diperoleh nilai faktor keamanan 1,007 kondisi jenuh, penampang C – C’ tinggi lereng keseluruhan 80 m, kemiringan lereng keseluruhan 47 o , diperoleh nilai faktor keamanan 0,607 kondisi jenuh. Dari ke tiga penampang tidak ada yang memenuhi syarat Faktor Keamanan yang ditentukan oleh perusahaan yaitu ≥ 1,5 untuk lereng keseluruhan. Upaya untuk mendapatkan nilai Faktor Keamanan yang memenuhi standar dilakukan dengan cara perubahan geometri lereng. Penampang A – A’ tinggi lereng tunggal dan keseluruhan adalah 10 m dan 80 m pada batas A dan B, kemiringan lereng tunggal adalah 66 49 o o dan 68 o , kemiringan lereng keseluruhan , dan berm 6 m diperoleh Faktor Keamanan 1,512 kondisi jenuh. Penampang B – B’ pada batas A dan B tinggi lereng tunggal adalah 5 m dan 10 m, tinggi lereng keseluruhan 94 m, kemiringan lereng tunggal 25 o dan 68 o pada batas A dan B, kemiringan lereng keseluruhan 23 o , dan berm 6 m diperoleh Faktor Keamanan 1,576 kondisi jenuh. Penampang C – C’ tinggi lereng tunggal 5 m dan 10 m pada batas A dan B, tinggi lereng keseluruhan 96 m, kemiringan lereng tunggal 25 dan 68 o batas A dan B, kemiringan lereng keseluruhan 23 o , dan berm 6 m diperoleh Faktor Keamanan 1,514 kondisi jenuh. Selain perubahan geometri lereng, perlu dilakukan kegiatan penunjang kestabilan lereng yaitu pembuatan horizontal drain hole dan pengukuran pergerakan lereng (displacement) dengan pasak baja. o

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 19 Dec 2013 09:46
    Last Modified: 19 Dec 2013 09:46
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/7761

    Actions (login required)

    View Item