GEOLOGI DAN ANALISIS RISIKO BENCANA LONGSOR DESA WAGIRPANDAN, WONOHARJO, DAN SEKITARNYA, KECAMATAN ROWOKELE, KABUPATEN KEBUMEN, PROVINSI JAWA TENGAH SARI

GILANG DAMAR, SETIADI (2013) GEOLOGI DAN ANALISIS RISIKO BENCANA LONGSOR DESA WAGIRPANDAN, WONOHARJO, DAN SEKITARNYA, KECAMATAN ROWOKELE, KABUPATEN KEBUMEN, PROVINSI JAWA TENGAH SARI. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] PDF
Download (15Kb)

    Abstract

    Daerah penelitian ini secara administrasi terletak di Desa Wagirpandan, Wonoharjo, dan sekitarnya, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis berada di 109° 24' 54.6791" - 109° 26' 59.8615" BT dan 7° 31' 49.0256" - 7° 35' 56.4886" LS, sedangkan secara astronomis daerah penelitian terletak pada 325167mE - 328977mE dan 9159724mN - 9167312mN UTM WGS 1984 (Universal Transverse Mecrator). Luas daerah telitian 4 km x 7,5 km dengan skala 1:20.000. Berdasarkan aspek-aspek geomorfologi, maka daerah penelitian dapat dibagi menjadi 3 satuan bentuklahan yaitu Perbukitan Terdenudasi Kuat (D2), Perbukitan Terdenudasi Sedang (D1), Perbukitan Terdenudasi Lemah (D3) dan Gawir Garis Sesar (S3). Stratigrafi daerah telitian dibagi menjadi 7 satuan batuan tidak resmi dari tua ke muda, yaitu satuan breksi Totogan yang terdiri dari litologi breksi aneka bahan berumur Oligosen Awal, di atasnya secara selaras diendapkan secara berturut-turut satuan batupasir tuffan Waturanda dan satuan breksi Waturanda yang berumur Miosen Awal. Kedua satuan tersebut kemudian ditindih selaras oleh satuan batupasir Panosogan yang berumur Miosen Tengah, yang diendapkan di lingkungan laut dan dipengaruhi arus turbid. Di atasnya secara selaras diendapkan satuan batupasir Halang, menjari dengan satuan breksi Halang yang berumur Miosen Akhir dan tidak selaras di atasnya Endapan Alluvial yang diendapkan pada lingkungan fluviatil (darat) pada Kala Resen. Struktur geologi pada daerah telitian berupa kekar dan sesar turun kanan “right lag slip fault” yang memiliki arah kemenerusan barat laut – tenggara. Pengkajian risiko bencana disusun berdasarkan Komponen Ancaman, Kerentanan, dan Kapasitas. Komponen Ancaman disusun berdasarkan parameter intensitas dan probabilitas kejadian. Komponen Kerentanan disusun berdasarkan parameter sosial budaya, ekonomi, fisik dan lingkungan. Komponen Kapasitas disusun berdasarkan parameter kapasitas regulasi, kelembagaan, sistem peringatan, pendidikan pelatihan keterampilan, mitigasi dan sistem kesiapsiagaan. Penentuan tingkat berdasarkan akumulasi perkalian bobot dan skor parameter yang mempengaruhi bencana longsor. Teknik pembobotan dan skoring menggunakan skala borgadus, sedangkan penentuan kelas interval menggunakan metode aritmatik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Wagirpandan dapat dibagi menjadi tiga tingkat risiko yaitu risiko rendah di Dusun Kedung Guling, risiko sedang di Dusun Cuntelan, serta risiko tinggi di Dusun Bilungan dan Dusun Borang. Tingkat risiko Desa Wonoharjo yaitu tingkat risiko rendah di Dusun Luwung, Dusun Padasan, Dusun Beji, Dusun Lemungsur, risiko sedang di Dusun Kalipetuk, serta risiko tinggi di Dusun Slirap, Dusun Sawangan, Dusun Lokarsa, dan Dusun Wonosari.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 06 Jan 2014 12:31
    Last Modified: 06 Jan 2014 12:31
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/7902

    Actions (login required)

    View Item