GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI DAERAH TAJAU BUNGA DAN SEKITARNYA KECAMATAN NANGA MAHAP, KABUPATEN SEKADAU PROPINSI KALIMANTAN BARAT

INDRA WAHYU , MURTYANTO (2013) GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI DAERAH TAJAU BUNGA DAN SEKITARNYA KECAMATAN NANGA MAHAP, KABUPATEN SEKADAU PROPINSI KALIMANTAN BARAT. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (138Kb) | Preview

    Abstract

    Daerah penelitian secara administratif termasuk kedalam Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Propinsi Kalimantan Barat. Secara geografis daerah telitian terletak pada 1100 42’ 51.2” – 1100 45’ 07.1” bujur timur dan 00 22’ 47.9” – 00 24’ 58.2” lintang selatan atau pada koordinat UTM Zona 49 dengan koordinat X = 468200 – 472200 dan Y = 9954000 – 9958000. Pola Pengaliran yang mengontrol daerah telitian adalah rectangular. Geomorfologi daerah telitian dikontrol oleh pola pengaliran, litologi dan struktur geologi. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi tiga satuan geomorfik, meliputi : Satuan Perbukitan Bergelombang Agak Curam (S1), Lembah Sesar (S2) dan Satuan Tubuh Sungai (F1). Stratigrafi daerah telitian dari tua kemuda disusun oleh Litodem Granodiorit (KapurAwal), Litodem Andesit (KapurAkhir) dan Satuan Endapan Alluvial (Holosen-Resen). Struktur geologi yang terdapat pada daerah telitian berupa kekar dan sesar mendatar. Sesar-sesar berkembang baik pada litodem granodiorit yaitu, Sesar berarah W – E seperti : Sesar Lipong dan Sesar Gogol. Sesar berarah N – S seperti : Sesar Sekadau. Sesar Lipong yang berada di utara dan sesar Gogol dibagian tengah daerah telitian merupakan jalur bagi fluida hidrotermal untuk naik kepermukaan sehingga mempengaruhi pola / sebaran alterasi pada daerah telitian. Alterasi di daerah penelitian dibagi menjadi dua zona, yaitu : Zona Ilit ± Klorit (TipeArgilik) dan Zona Klorit – Epidot ± Pirit (TipePropilitik). Tahapan zona alterasi pada daerah penelitian diawali dengan terbentuknya zona Ilit ± Klorit yang terbentuk pada kisaran temperatur 200 – 300 0C dan pada pH 4 – 6. Dilanjutkan dengan pembentukan zona ubahan Klorit – Epidot ± Pirit yang mempunyai kisaran temperatur pembentukan 250 – 320 0C dan pH 5 – 6. Mineralisasi daerah telitian terjadi satu fase mineralisasi yaitu, fase hipogen yang dicirikan dengan kehadiran mineral pirit, kalkopirit, sfalerit dan galena.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: UNSPECIFIED
    Depositing User: Eko Yuli Wahyuningsih
    Date Deposited: 17 Jan 2014 13:17
    Last Modified: 17 Jan 2014 13:17
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/8135

    Actions (login required)

    View Item