MODEL ENDAPAN BIJIH MANGAAN DI PULAU PADANG, KECAMATAN SINGINGI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU

Askari , Askari (2014) MODEL ENDAPAN BIJIH MANGAAN DI PULAU PADANG, KECAMATAN SINGINGI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU. Other thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

[img] PDF
Download (76Kb)

    Abstract

    Mangaan merupakan logam dasar ke-empat yang banyak digunakan setelah besi, aluminium dan tembaga. Lebih dari 90% logam mangaan digunakan oleh industri besi dan baja, baik untuk memproduksi besi, baja atau campuran baja. Sisanya digunakan untuk berbagai keperluan industri, kimia dan farmasi. Salah satu deposit mangaan dijumpai di Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau. Lokasi penelitian terletak pada 101 0 16’ 20,0” – 101 0 19’ 36,0” BT dan 0 24’ 30,0” – 0 0 26’ 36,0” LS, masuk dalam wilayah Desa Pulau Padang, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuansing. Penelitian difokuskan pada geologi endapan bijih mangaan, terutama meneliti model deposit dan mineralisasinya. Di daerah penelitian, terdapat tiga satuan batuan, yaitu Satuan Batusabakserpih yang merupakan Anggota Batusabak dan Serpih Formasi Tuhur berumur Trias mengisi perbukitan terjal di bagian baratdaya, Satuan Batulempung yang merupakan Anggota Bawah Formasi Palembang berumur Miosen Bawah mengisi perbukitan bergelombang di bagian timur dan Satuan Aluvial yang mengisi dataran di bagian utara daerah penelitian. Satuan geomorfik perbukitan yang berlereng curam dan perbukitan bergelombang dan satuan dataran di bagian timurlaut dipisahkan oleh sesar turun berarah baratlaut – tenggara (Silitonga dan Kastowo, 1995). Di daerah penelitian dijumpai dua tipe endapan mangaan. Mangaan yang berasal dari proses hidrothermal umumnya dijumpai dalam bentuk tubuh tidak teratur, fragmen batuan mengandung mangaan dan urat epitermal mengisi celah-celah atau retakan pada batusabak, serpih, filit dan sekis. Mineral-mineral utamanya adalah pirolusit (MnO 2 ), psilomelan (Ba(H 2 O)Mn.Mn 4 O ), kriptomelan (K-Mn 8 O 16 ), manganit (Mn 2 O 3 .H O), yang bercampur dengan mineral-mineral lain sebagai pengotor, seperti hematit (Fe 2 2 O 3 ), kuarsa (SiO 2 10 ), limonit (Fe(OH) ) dan rijang (SiO ). Endapan mangaan lainnya adalah mangaan tipe sedimen. Model deposit mangaan di daerah penelitian berupa tubuh masif tidak teratur, 2 bongkah-bongkah, fragmen dan urat-urat Mn yang menyebar secara sporadis, setempat-setempat dan tidak merata. Batuan samping adalah batuan metamorf dari Satuan Batusabak-serpih. Diperkirakan proses terbentuknya endapan mangaan ini berhubungan dengan kegiatan magma andesit-basal pada Miosen Akhir. 0 2

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 600 Teknologi
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Sri Lestari
    Date Deposited: 28 Feb 2014 14:30
    Last Modified: 28 Feb 2014 14:30
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/8245

    Actions (login required)

    View Item