PENGELOLAAN AIR TERPRODUKSI DENGAN CARA FITOREMEDIASI PADA LAHAN BASAH BUATAN MENGGUNAKAN TANAMAN ECENG GONDOK (Eichorniacrassipes)PT. ENERGI MEGA PERSADA GELAM SUNGAI GELAM JAMBI

PRANANTYO ADI, NUGROHO (2013) PENGELOLAAN AIR TERPRODUKSI DENGAN CARA FITOREMEDIASI PADA LAHAN BASAH BUATAN MENGGUNAKAN TANAMAN ECENG GONDOK (Eichorniacrassipes)PT. ENERGI MEGA PERSADA GELAM SUNGAI GELAM JAMBI. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] PDF
Download (119Kb)

    Abstract

    Proses eksplorasi dan produksi serta berbagai aktivitas lainnya akan memperoleh hasil yang di inginkan maupun hasil sampingan yang tidak di harapkan. Hasil yang diinginkan dari proses produksi adalah minyak mentah yang memiliki nilai jual tinggi. Air terproduksi yang mengandung COD, lemak dan minyak, sulfida terlarut, Amonia, Phenol total, temperatur, pH, dan TDS merupakam salah satu limbah yang dihasilkan dari proses produksi minyak bumi. Contoh untuk kandungan air terproduksi pada lokasi penelitian TDS sebesar 6560 mg/l, cod 240 mg/l, minyak dan lemak 22 mg/l. Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :Mengetahuikualitas air yang meliputi : COD, TDS, pH, sulfida terlarut, asam dan lemak, phenol, amonia, temperatur air terproduksisebelumdansetelahmelalui proses fitobioremediasi.Mengetahuiwaktutinggal optimal yang dibutuhkan dalam pengelolaan air terproduksi dengan tanaman air Eichorniacrasipespadasistemlahanbasahbuatan (Constructed Wetlands). Tanaman air jenis eceng gondok (Eichornia crassipes) mampu menurunkan kadar Amonia dari 1,51mg/l menjadi 0,805, COD dari 240mg/l menjadi 112mg/l, Fenol dari 0,397mg/l menjadi 0,207mg/l, Sulfida terlarut dari 0,016mg/l menjadi 0,033mg/l , Minyak dan lemak dari 22 mg/l menjadi 2mg/l, pH dari 9,11mg/l menjadi 7,27mg/l, TDS dari 6560 mg/l menjadi 5250 mg/l dalam pengolahan air buangan hasil produksi minyak bumi dengan sistem lahan basah buatan selama 12 hari. Untuk parameter berdasarkan standar baku mutu air terproduksi seperti Amonia, COD, Fenol, Sulfida terlarut, Minyak dan lemak, pH, TDS dan Temperatur mengalami penurunan. Hanya TDS yang masih diambang batas baku mutu, batas baku mutu untuk TDS 4000 mg/l pengukuran awal TDS 6560 mg/l setelah 12 hari pengolahan turun menjadi 5250 mg/l, waktu tinggal optimal yang dibutuhkan untuk pengelolaan COD, TDS, dan pH pada air terproduksi menggunakan tanaman eceng gondok (Eichornia crassipes) dengan sistem lahan basah buatan yaitu 1 hari untuk pengelolaan pH, 3 hari untuk COD, dan 25 hari untuk pengolahan TDS. Kata kunci : Air terproduksi, Lahan basah buatan, Eceng gondok.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Lingkungan
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 21 Mar 2014 13:33
    Last Modified: 21 Mar 2014 13:33
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/8338

    Actions (login required)

    View Item