KRISIS EKONOMI DAN PERUBAHAN POLITIK DI THAILAND : STUDI TENTANG POLITIK REFORMASI EKONOMI

Madu , Ludiro (2000) KRISIS EKONOMI DAN PERUBAHAN POLITIK DI THAILAND : STUDI TENTANG POLITIK REFORMASI EKONOMI. Masters thesis, UPN " Veteran" Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

Krisis ekonomi pada awal Juli 1997 telah membawa 'angin segar' bagi perubahan politik di Thailand. Krisis ekonomi mampu menciptakan peluang signifikan untuk membentuk sistem politik yang lebih demokratis. Meningkatnya nilai tukar bath terhadap dollar AS, naiknya harga barang-barang konsumsi, ambruknya sektor perbankan, dan bertambahnya jumlah pengangguran telah mendorong berbagai kelompok masyarakat mendesakkan tuntutan perubahan politik. Tuntutan dan desakan itu begitu menonjol karena ketidakmarnpuan dan ketidaktegasan kebijakan ekonomi dan politik pemerintahan PM Chavalith Yongchaiyud dalam mencegah dan mengatasi memburuknya situasi ekonomi. Isu politik utama dari perubahan politik adalah reformasi konstitusi dan pergantian pemerintahan. Kedua isu ini secara tidak terduga telah menempatkan masyarakat Thailand ke dalam dua kelompok yang cukup berbeda, yaitu kelompok pro-reformasi demokratis dan pm-status-quo. Kelompok pertama terdiri dari rnahasiswa, kalangan profesional perkotaan, pengusaha, partai-partai oposisi, militer., dan Raja Bhumibol; sedangkan, kelompok pro-status-quo adalah kelompok pendukung pemerintahan PM Chavalith. Kelompok ini terdiri dari partai-partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintah yang sedang berkuasa dan kelompok militer anggota Parlemen. Kurangnya respon pemerintah terhadap reformasi konstitusi, munculnya upaya politik dari Kerajaan untuk membentuk pemerintahan baru, penolakan dukungan militer, dan kemampuan partai oposisi (Partai Demokrat) dalam memanfaatkan 'momentum' tuntutan perubahan politik merupakan variabel-variabel penting yang mendorong kejatuhan pemerintahan PM Chavalith pada awal November 1997. Pemerintahan baru dipimpin oleh PM Chuan Leekpai dari Partai Demokrat. Citra positif dalam rnendukung reformasi ekonomi dan politik, kualitas tim ekonomi dalam mengatasi kemerosotan ekonomi, dan faktor leadership PM Chuan mampu meningkatkan dukungan masyarakat, baik domestik rnaupun internasional. Legitimasi ekonomi-politik ini mcnjadi jaminan bagi pemerintahan PM Chuan menjalankan program pemulihan ekonomi. Pada gilirannya, keberhasilan pemulihan ekonomi memainkan peran penting bagi kelangsungan kekuasaan PM Chuan dan, yang lebih penting, demokratisasi di Thailand. Kata kunci: krisis ekonomi, perubahan politik, demokratisasi, pemulihan ekonomi. Krisis Ekonomi dan Perubahan Politik di Thailand: Studi tentang Politik Reformasi Ekonomi

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 300 Ilmu Sosial
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Depositing User: dian praditya
Date Deposited: 26 Sep 2011 10:46
Last Modified: 26 Sep 2011 10:46
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/860

Actions (login required)

View Item