Hubungan Sebaran Piroklastika Dan Tingkat Kerusakan Bangunan Permukiman Pada Kasus Erupsi Gunung Kelud 2014 di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur

Paripurno, Eko Teguh and Nugroho, Arif Rianto Budi and Ritonga, Magdalena and Ronald, Dicky (2015) Hubungan Sebaran Piroklastika Dan Tingkat Kerusakan Bangunan Permukiman Pada Kasus Erupsi Gunung Kelud 2014 di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. In: Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan Ke-2 2015, 25-26 Mei 2015, UGM Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

Gunungapi Kelud merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Provinsi Jawa Timur yang secara geografis terletak pada posisi 7°56'00" LS dan 112°18'30" dan secara administratif termasuk ke dalam 3 Kabupaten kota yaitu Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang. Sejarah mencatat G. Kelud telah mengalami letusan sebanyak 31 kali yang di perkirakan sejak tahun 1000 sampai tahun 1990 telah merenggut korban sekitar ± 15.000 jiwa . Erupsi G. Kelud pada 13 Februari 2014 merupakan letusan besar yang terjadi sejak tahun 1990, meskipun tidak banyak menelan korban jiwa tetapi letusan yang terjadi memiliki dampak luas. Sebaran endapan piroklastika jatuhan di sekitar gunungapi berdasarkan diameter komponen menunjukkan diameter 0,5-2 mm pada radius lebih dari 11 kilometer, diameter 4-6 mm pada radius 7-11 kilometer, diameter 7-9 mm pada radius 3-7 kilometer, serta diameter lebih besar dari 25 em pada radius kurang dari 3 kilometer. Berdasarkan ketebalan menunjukkan ketebalan 0,5-3 em pada radius 14-19 kilometer, ketebalan 3-5 cm pada radius 9-14 kilometer, serta ketebalan lebih dari 5 cm pada radius kurang dari 9 kilometer. Kerusakan bangunan permukiman dipengaruhi oleh (1) beban rata-rata endapan piroklastik, dan (2) bentuk dan dan struktur atap bangunan. Membandingkan hasil pengkajian kebutuhan paska bencana (Jitu Pasna) menunjukkan dengan besar beban terhadap bangunan fisik terdapat adanya anomali kecenderungan kerusakan. Konstruksi jenis dan kemiringan berpengaruh besar pada tingkat kerusakan. Atap perlu mempunyai kemiringan lebih besar dan memperkecil ruang beban menjadi hal penting dalam pengurangan risiko kerusakan permukiman. Kata kunci: G. Kelud, endapan piroklastika, kerusakan permukiman

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: 600 Teknologi
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
Depositing User: Mrs Intan Paramita Haty
Date Deposited: 11 Jan 2018 07:02
Last Modified: 11 Jan 2018 07:02
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/8644

Actions (login required)

View Item View Item