Geologi dan Model Konstruksi Jalan Hauling Berdasarkan Hasil Uji DCP (Dynamic Cone Penetrometer) Daerah Banjarsari dan sekitarnya, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan

Pratama, Okky Indra and Purwanto, Purwanto and Nugroho, Arif Rianto Budi (2016) Geologi dan Model Konstruksi Jalan Hauling Berdasarkan Hasil Uji DCP (Dynamic Cone Penetrometer) Daerah Banjarsari dan sekitarnya, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. PANGEA, 3 (1). pp. 89-100. ISSN 2356-024X

Full text not available from this repository.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian dan untuk mengetahui daya dukung tanah dalam pembuatan model konstruksi jalan hauling. Secara geografis, daerah penelitian terletak pada koordinat 3°35’43” LS - 3°38’52” LS dan 115°42’46” BT - 115°41’08” BT. Secara administratif, daerah penelitian terletak pada daerah Banjarsari dan sekitarnya, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Pada saat pemetaan geologi dilakukan orientasi medan, pengamatan morfologi, pengamatan singkapan, pengamatan struktur geologi, dan pengamatan potensi geologi. Tahap analisis dilakukan di studio dan laboratorium. Analisa studio dilakukan pembuatan peta geologi, peta geomorfologi, peta lintasan, peta pola pengaliran, peta desain fill and cut, penampang stratigrafi terukur dan pemodelan konstruksi jalan hauling. Analisis laboratorium dilakukan uji geologi teknik yaitu uji basic properties, atterberg limit dan grain size analysis. Daerah penelitian berdasarkan aspek geomorfologi terbagi menjadi 2 bentuk lahan yaitu dataran bergelombang dan dataran aluvial. Stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi 3 satuan batuan yaitu satuan batulempung Warukin, satuan batupasir Warukin dan endapan aluvial. Lingkungan pengendapan batu lempung Warukin dan batupasir Warukin adalah transitional lower delta plain-lower delta plain pada Kala Miosen Tengah-Miosen Akhir. Nilai rata-rata CBR setiap material telah diketahui maka melakukan korelasi dengan uji geologi teknik. Berdasarkan uji sieve analysis, lempung kerikilan memiliki nilai CBR yang lebih tinggi dari lempung pasiran. Berdasarkan uji atterberg limit, semakin tinggi nilai plastisitas menghasilkan nilai CBR rendah, demikian juga sebaliknya. Berdasarkan uji basic properties bagian kadar air, semakin tinggi kadar air maka semakin menurun nilai CBR, demikian juga sebaliknya. Pada bagian berat jenis, semakin tinggi nilai berat jenis maka semakin meningkat nilai CBR. Berdasarkan uji basic properties dengan mengetahui dry density, semakin tinggi nilai dry density maka semakin meningkat nilai CBR. Pada saat akan menentukan ketebalan lapisan perkerasan maka perlu mengetahui beban muatan yang akan melewati jalan tersebut. Rata-rata beban muatan sebesar 7.000 kg. Beban muatan dan nilai CBR setiap lokasi telah diketahui maka dapat menentukan tebal lapisan perkerasan setiap lokasi. Penulis merekomendasikan adanya penambahan base coarse sesuai dengan grafik korelasi yang telah dibuat atau dengan melakukan penambahan compaction. Kata kunci: DCP (Dynamic Cone Penetrometer), CBR (California Bearing Ratio), dry density, back analysis, sieve analysis, atterberg limit, basic properties, compaction, base coarse, jalan hauling.

Item Type: Article
Subjects: 600 Teknologi
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
Depositing User: Mrs Intan Paramita Haty
Date Deposited: 11 Jan 2018 07:04
Last Modified: 11 Jan 2018 07:04
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/8645

Actions (login required)

View Item View Item