DAMPAK PENGGUNAAN Hg PADA PENAMBANGAN EMAS RAKYAT TERHADAP LINGKUNGAN (Studi Kasus di Dusun Sangon Kelurahan Kalirejo Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo Provinsi DIY)

Agus, Suyono (2011) DAMPAK PENGGUNAAN Hg PADA PENAMBANGAN EMAS RAKYAT TERHADAP LINGKUNGAN (Studi Kasus di Dusun Sangon Kelurahan Kalirejo Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo Provinsi DIY). Other thesis, UPN "Veteran" Yogyarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

Meningkatnya laju pertumbuhan penduduk, industri dan pemakaian produk telah menghasilkan bahan buangan dalam jumlah besar, perkembangan industri yang semakin meningkat berdampak positif pada manusia dalam mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik, namun dari kegiatan industri juga tidak luput dari dampak negatif yang berakibat buruk terhadap lingkungan, karena adanya bahan sisa (limbah) sebagai hasil samping dari kegiatan industri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan metode analisis. Metode survey yaitu metode untuk memperoleh data lapangan dengan cara pengamatan, pengukuran dan pencatatan secara sistematik terhadap fenomena yang diselidiki. Sedangkan Metode analisis yang digunakan terhadap data yang diperoleh yaitu melalui analisis laboratorium yaitu menganalisis zat yang terkandung di badan air dan tanah yang telah diambil sampelnya. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer adalah data hasil pengukuran dan pengamatan langsung di lapangan, analisis sifat kimia dari contoh air Permukaan (sungai), air tanah di laboratorium dan data kimia tanah. Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi yang terkait dengan wilayah penelitian. Pengambilan sampel dilakukan pada titik yang dianggap dapat mewakili yaitu pada tanah di sekitar tempat pemrosesan bijih serta sungai sebagai tempat pembuangan akhir, kali ini akan menggunakan 6 titik sampel untuk uji kualitas air sungai (air permukaan) 5 titik untuk pengujian air tanah dan 6 titik untuk uji kualitas tanah. Uji kualitas air dan tanah akan dilakukan satu kali dimana akan dilakukan ulangan untuk sampel yang terbukti melebihi nilai baku mutu atau peraturan pemerintah, sebagai pembanding dalam penelitian ini menggunakan peraturan pemerintah No 18 tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun. Berdasarkan hasil analisis di laboratorium dapat diketahui bahwa tiga dari enam sampel tanah yang diujikan menunjukan kandungan merkuri melebihi baku mutu sedangkan enam sampel air permukaan dan dan enam sampel air tanah menunjukan kadar merkuri di bawah baku mutu hal ini menunjukan air permukaan dan air tanah di daerah penelitian tidak tercemar akibat kegiatan penambangan emas rakyat di daerah tersebut. Kata Kunci: Tambang Emas Rakyat, Merkuri (Hg), Pencemaran Lingkungan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 600 Teknologi
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Lingkungan
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 28 Sep 2011 02:33
Last Modified: 11 May 2015 03:35
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/884

Actions (login required)

View Item View Item