KAJIAN AIRTANAH SETELAH ERUPSI GUNUNGAPI MERAPI TAHUN 2010 PADA DAS KALI BLONGKENG DAN KALI PUTIH DI KECAMATAN SRUMBUNG DAN SEKITARNYA KABUPATEN MAGELANG JAWA TENGAH

DODI AGUS KURNIA, RAHMAN (2012) KAJIAN AIRTANAH SETELAH ERUPSI GUNUNGAPI MERAPI TAHUN 2010 PADA DAS KALI BLONGKENG DAN KALI PUTIH DI KECAMATAN SRUMBUNG DAN SEKITARNYA KABUPATEN MAGELANG JAWA TENGAH. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (17Kb) | Preview

    Abstract

    Daerah penelitian merupakan lereng baratdaya dari Gunungapi Merapi. Beberapa tempat di daerah ini memiliki masalah kualitas airtanah, sehingga tidak digunakan sebagai air minum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari erupsi Gunungapi Merapi tahun 2010 terhadap airtanah pada DAS Kali Blongkeng dan Kali Putih di Kecamatan Srumbung dan sekitarnya, dan mengetahui persebaran airtanahnya. Penentuan pengambilan Sampel menggunakan metode “purposive sampling”. Data yang dikumpulkan meliputi data sifat fisik dan sifat kimia airtanah dan sungai sebagai perbandingan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh erupsi Gunungapi Merapi tahun 2010. Untuk pengukuran Suhu, dan pH dilakukan langsung di lapangan dengan menggunakan alat thermometer raksa untuk pengukuran suhu dan kertas lakmus untuk pengukuran nilai pH, sedangkan Ca (Kalsium), Mg (Magnesium), Na (Natrium), K (Kalium), HCO3, Cl (Klorida), SO4 (Sulfur), Fe (Besi), NO3 (Nitrat) dilakukan pengujian di laboratorium. Analisis sampel dilakukan di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL), Yogyakarta. Hasil Analisis dibandingkan dengan baku mutu airtanah untuk air minum mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 tahun 2001. Ditinjau dari sifat fisik dan sifat kimia didapatkan hasi yang melebihi syarat baku mutu. Unsur kimia yang diketahui melebihi batas maksimum yang dianjurkan adalah Ca (Kalsium), K (Kalium), NO3 (Nitrat) pada airtanah. Kadar Kalsium yang tinggi di perairan relatih tidak berbahaya, bahkan dapat menurunkan toksisitas beberapa senyawa kimia, sedangkan kadar Nitrat yang tinggi menyebabkan kualitas air menurun, menurunkan oksigen terlarut, penurunan populasi ikan, bau busuk, rasa tidak enak. Nitrat adalah ancaman bagi kesehatan manusia terutama untuk bayi, menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai methemoglobinemia, yang juga disebut "sindrom bayi biru". Airtanah yang digunakan untuk membuat susu bayi yang mengandung nitrat, saat nitrat masuk kedalam tubuh bayi nitrat dikonversikan dalam usus menjadi nitrit, yang kemudian berikatan dengan hemoglobin dan membentuk methemoglobin, sehingga mengurangi daya angkut oksigen oleh darah (Tresna, 2000). Dalam hal ini perlu adanya arahan pengolahan airtanah tersebut dengan menggunakan Water Filter System yang berbahan utama resin anion dan resin kation dan dilengkapi dengan pompa dan filter RO (reverse osmosis). Besar kecilnya debit berpengaruh terhadap ketersediaan airtanah bebas pada daerah penelitian. Kecamatan Srumbung dan sekitarnya memiliki persediaan airtanah cukup banyak, hal ini dapat terlihat dari debit airtanah bebasnya mencapai 6.494.480,9 m3/hari, sedangkan kebutuhan air bersih penduduk hanya 2.225.100 m3/hari. Besarnya debit disebabkan karena daerah penelitian merupakan daerah dengan topografi rendah yang berbentuk seperti cekungan sehingga pasokan dari utara tersimpan dan terakumulasi di cekungan tersebut. Hal ini berarti airtanah bebas pada Kecamatan Srumbung dan sekitarnya mampu memenuhi kebutuhan air bersih penduduk tiap tahunnya. Kata Kunci : Erupsi Gunungapi Merapi tahun 2010, kualitas airtanah, debit airtanah bebas.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Lingkungan
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 06 Feb 2012 15:53
    Last Modified: 06 Feb 2012 15:53
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/926

    Actions (login required)

    View Item