EFEKTIVITAS ALAT PENUNJANG PRODUKSI OPERASI SPREADER 702 PADA PENAMBANGAN BWE SYSTEM PT. BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk. TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN

WINDI FEBRIANTA, BATLAYERI (2011) EFEKTIVITAS ALAT PENUNJANG PRODUKSI OPERASI SPREADER 702 PADA PENAMBANGAN BWE SYSTEM PT. BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk. TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] PDF
Restricted to Registered users only until 15 November 2012.

Download (541kB)

Abstract

Areal Tambang Air Laya PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Penambangan Tanjung Enim berlokasi di Kecamatan Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan. Sistem penambangan menggunakan tambang terbuka dengan menggunakan penambangan secara konvensional maupun penambangan dengan BWE System. Penimbunan lapisan tanah penutup di area penambangan BWE System menggunakan Spreader, dimana Spreader adalah Alat Tambang Utama yang bekerja dalam penimbunan tanah untuk menghamparkan tanah penutup hasil penggalian BWE setelah di hamparkan dengan spreader kemudian tanah penutup tersebut di ratakan dengan alat dorong. Alat dorong yang digunakan adalah 1 unit Bulldozer Komatsu D65P dan 1 unit Bulldozer Caterpillar D7G untuk melayani 1 unit rangkaian BWE System yang terdiri dari 1 Unit Spreader. Waktu kerja yang disediakan sebesar 19,5 jam/hari dengan 3 shift kerja. Target penghamparan tanah oleh Spreader 400.000 m3/bulan. kenyataan di lapangan produksi alat penghampar tanah yakni spreader dari bulan Januari hingga Agustus 2010 sebesar 3.299.055 m3 dengan rata-rata melakukan curahan material sebanyak 412.381,87 m3/bulan sehingga produksi spreader dalam menghamparkan tanah penutup tidak mengalami masalah. Hanya saja kebutuhan Alat Penunjang Produksi (APP) yang bekerja di area Spreader belum terpenuhi sehingga terjadi penumpukan tanah di bawah curahan Spreader, curahan material tanah per bulan sebanyak 412.381,87 m3, sedangkan total produksi dari alat gusur yang digunakan saat ini untuk membantu meratakan tanah adalah sebesar 154.895,13 m3/bulan, , Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan kajian terhadap alat dorong yang bekerja dalam rangka membantu spreader agar jumlah alat-alat mekanis yang di gunakan di area spreader dapat terpenuhi. Upaya optimalisasi produksi dilakukan dengan meningkatkan waktu kerja efektif dengan cara mengurangi waktu-waktu hambatan yang terjadi pada kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup. Pengurangan terhadap waktu-waktu hambatan secara langsung akan meningkatkan efisiensi kerja dari peralatan mekanis. Dimana waktu kerja efektif bulldozer komatsu D65P meningkat dari 12,96 jam/hari menjadi 14,52 jam/hari dengan efisiensi kerja alat meningkat dari 66,50 %, menjadi 74,45 % dan waktu kerja bulldozer caterpillar D7G meningkat dari 12,87 jam/hari menjadi 14,49 jam/hari dengan efesiensi kerja alat juga meningkat dari 65,99 % menjadi 74,30 %, dengan demikian maka total produksi yang dihasilkan oleh alat dorong akan meningkat menjadi 180.305,58 m3/bulannya sehingga APP yang bekerja di area Spreader belum dapat memenuhi curahan tanah dari Spreader. Upaya selanjutnya untuk memenuhi target produksi curahan Spreader adalah penambahan jumlah alat dorong dimana ditambahkan 3 unit bulldozer berupa 2 unit bulldozer komatsu D65P dan 1 unit bulldozer caterpillar D7G untuk memenuhi curahan dari Spreader sehingga dengan menggunakan 5 bulldozer total produksinya meningkat menjadi 428.400 m3/bulan, dengan demikian curahan tanah oleh spreader perbulannya dapat terpenuhi yang mencurahkan tanah per bulannya sebanyak 412.381,87 m3.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 600 Teknologi
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Pertambangan
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 15 Nov 2011 05:04
Last Modified: 18 May 2015 01:56
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/946

Actions (login required)

View Item View Item