EVALUASI PENERAPAN AERATED DRILLING PANASBUMI PADA SUMUR BETA 2 STAR ENERGY GEOTHERMAL WAYANG WINDU

Erawan, Melisano (2011) EVALUASI PENERAPAN AERATED DRILLING PANASBUMI PADA SUMUR BETA 2 STAR ENERGY GEOTHERMAL WAYANG WINDU. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
PDF
Download (203kB) | Preview

Abstract

Berdasarkan leak of test, formasi lapangan panasbumi Wayang Windu memiliki gradient tekanan formasi (0,416 psi/ft) yang relative lebih kecil dari tekanan formasi normal (0,433 psi/ft) oleh karena itu lapangan ini akan mengalami hilang sirkulasi jika dilakukan pemboran lumpur konvensional, hilang sirkulasi pada lapangan panasbumi biasanya dilanjutkan dengan blind drilling dengan air, dimana cutting diangkat dan masuk kedalam formasi yang berakibat rusaknya formasi karena berkurangnya porositas dan permeabilitas. Sebuah metode untuk mengurangi resiko hilang sirkulasi adalah dengan aerated drilling, yaitu mencampurkan udara kedalam lumpur dasar dengan tujuan untuk mengurangi tekanan hidrostatik lumpur di annulus sehingga terjadi kondisi balanced atau sedikit underbalanced. Differential pressure antara lumpur dan formasi pada aerated drilling adalah 200 – 500 psi Metode yang digunakan untuk perhitungan evaluasi dan optimasi besarnya laju udara yang harus diinjeksikan di permukaan adalah dengan metode Gas Law (Boyle) karena lebih mendekati hasil kenyataan di lapangan. Parameter yang perlu diperhatikan adalah debit lumpur dasar dan udara (ratio injeksi) didisain agar bisa mencegah hilang sirkulasi dengan bottomhole pressure fluida aerasi yang diinginkan sebesar 200 – 500 psi lebih kecil dari tekanan formasi, kecepatan annulus (Vann) minimum adalah 150 ft/min dan melebihi kumulatif kecepatan kritis (Vc) dan kecepatan terminal (Vt), dengan tetap memperhatikan kapasitas mud motor. Untuk sumur Beta 2 pemboran aerasi dimulai pada kedalaman 486 m TVD lubang 17,5 inch. Memasuki daerah top reservoir pada kedalaman 889 m TVD hingga total depth 1606 m TVD terjadi total lost, hal ini berarti dengan rasio 20:1, formasi masih belum mampu menahan tekanan yang diberikan oleh lumpur aerasi. Secara teori dengan aerated drilling terjadinya hilang sirkulasi dapat dicegah tetapi pada kenyataanya karena reservoir panasbumi sumur Beta 2 memiliki banyak rekahan yang menyebabkan gradient tekanan formasinya sangat kecil, hal ini berakibat hilang sirkulasi tetap terjadi. Aerated drilling pada lapangan Beta 2 pada zona reservoir hanya bertujuan untuk meningkatkan ROP. Dengan peningkatan ROP akan mempercepat laju pemboran.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 600 Teknologi
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Perminyakan
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 17 Oct 2011 04:50
Last Modified: 06 May 2015 07:29
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/948

Actions (login required)

View Item View Item