GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI PROSPEKSI MINERALISASI EMAS DAERAH CIANTEN DAN SEKITARNYA KECAMATAN LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR PROPINSI JAWA BARAT

INTAR , HARYONO (2012) GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI PROSPEKSI MINERALISASI EMAS DAERAH CIANTEN DAN SEKITARNYA KECAMATAN LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR PROPINSI JAWA BARAT. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] PDF
Restricted to Registered users only until 01 December 2012.

Download (136Kb)

    Abstract

    Secara administrasi lokasi penelitian terletak di Daerah Cianten dan Sekitarnya, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat, bagian Timur-Laut dari daerah konsesi UPBE Pongkor PT. Aneka Tambang, Tbk (Persero). Secara astronomis daerah telitian berada pada 675000-677782 mT dan 9262808- 9265574 mU (Koordinat UTM). Termasuk dalam Peta Rupa Bumi Digital BAKOSURTANAL, Lembar 1209-131 (Cihiris), Skala 1 : 25.000, dengan luas daerah penelitian kurang lebih 5,29 km2. Secara geomorfologi hanya dibagi menjadi satu satuan geomorfik yaitu satuan Geomorfik Vulkanik terdiri dari perbukitan vulkanik bergelombang kuat (V1),Perbukitan Vulkanik Bergelombang Sedang,(V2),Perbukitan Vulkanik Bergelombah Lemah Kontrol oleh struktur geologi berupa sesar dan kekar. berupa sesar yaitu Sesar Cikoneng bidang sesar N 163° E/81° didapat nama sesar ”Normal Left Slip Fault” (Rickard (1972). dan sesar Batukarut dengan bidang sesarN 325° E/83° didapat nama sesar ”Normal Left Slip Fault” (Rickard (1972). Dimana mineralisasi melimpah dan banyak dijumpai mengisi kekar-kekar terutama shear fracture yang memiliki trend arah barat laut – tenggara dan timur laut - barat daya, dengan arah tegasan pada kekar-kekar yang diukur di lapangan relatif berarah utara-selatan. Tipe alterasi hidrotermal yang terbentuk di daerah telitian dikelompokkan menjadi dua tipe alterasi yaitu alterasi Kloritisasi dan alterasi Argilik. Mineralisasi bijih yang dijumpai di daerah telitian adalah pirit, kalkopirit, dan galena Hasil analisis geokimia metode AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry) (LP 41) mengandung Au = 0.000 ppm, Ag = 12,791 ppm, Pb = 62,199 ppm dan Zn = 114,560 ppm. Conto batuan pada (LP 55) mengandung Au = 0.000 ppm, Ag = 13,390 ppm, Pb = 52,199 ppm dan Zn = 193,277 ppm. conto batuan pada LP 12 Au = 0,000 ppm, Ag = 8,214 ppm, Pb = 71,242 ppm dan Zn = 167,722 ppm. Conto batuan pada (LP 62) Au = 0.000 ppm, Ag = 13,423 ppm, Pb = 89,406 ppm dan Zn = 138,240 ppm. Contoh batuan pada LP (35) Au = 0.000 ppm, Ag = 8,227 ppm, Pb = 89,584 ppm dan Zn = 112,950 ppm. Conto batuan (LP 59) Au = 0.000 ppm, Ag = 7,585 ppm, Pb = 63,323 ppm dan Zn = 96,977 ppm. Hasil Analisis metode XRD (X-ray Deffraction) LP 12 hadir mineral kaolinite dan kuarsa, LP 37 hadir mineral Klorite, Illite, Plogopite dan Monmorilonite, dan LP 55 hadirnya mineral Kuarsa, dan Leucite yang merupakan penciri bahwa sample dari batuan yang dianalisa telah mengalami proses alterasi.Berdasarkan hasil analisis beberapa sample tersebut menunjukkan bahwa sebagian daerah telitian diantaranya lintasan Sungai Cikoneng, Sungai Bayaan, dan Sungai Batukarut perlu dilakukan eksplorasi lebih lanjut.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: 500 Sains dan Matematika
    Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi
    Depositing User: Eny Suparny
    Date Deposited: 12 Jan 2012 09:33
    Last Modified: 12 Jan 2012 09:33
    URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/960

    Actions (login required)

    View Item