POTENSI GERAKAN MASSA TANAH DAN/ATAU BATUAN DI DESA SERUT , KECAMATAN GEDANGSARI KABUPATEN GUNUNG KIDUL, PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

MUHAMMAD, YAMIN (2011) POTENSI GERAKAN MASSA TANAH DAN/ATAU BATUAN DI DESA SERUT , KECAMATAN GEDANGSARI KABUPATEN GUNUNG KIDUL, PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] PDF
Restricted to Registered users only until 1 December 2012.

Download (15kB)

Abstract

Terbatasnya lahan untuk pemukiman menyebabkan banyak bangunan didirikan pada lokasi yang tidak menguntungkan atau membahayakan keselamatan baik bagi pemukim maupun lingkungan sekelilingnya. Lokasi pemukiman yang tidak sesuai dengan kondisi lahannya akan menyebabkan pemukiman tersebut terancam berbagai macam bencana alam, antara lain : longsoran, banjir dan erosi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, pemetaan dan pengharkatan. Metode survei dilakukan dengan pengamatan dan pengukuran untuk memperoleh karekteristik lahan yang diamati.Penelitian yang dilakukan adalah mengenai potensi gerakan tanah dan batuan Desa Serut Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Komponen lingkungan yang diperlukan berupa komponen fisik untuk gerakan tanah dan batuan yaitu sebagai berikut : 1. Faktor pengontrol meliputi geomorfologi atau bentuk lahan (kemiringan lereng), ketebalan lapisan tanah, batuan dan kekuatan batuan, tata guna lahan, dan kerapatan vegetasi. 2. Faktor pemicu meliputi getaran, aktivitas manusia, iklim dan kejenuhan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terkait dengan kerentanan tanah terhadap permukiman, sudah saatnya bagi masyarakat untuk secara seksama mengetahui dan melakukan evaluasi dalam memanfaatkan ruang guna meminimalisir dampak gerakan massa tanah dan batuan. Dari penelitian yang telah dilakukan maka didapatkan beberapa zona kerentanan gerakan massa tanah dan batuan di daerah penelitian yaitu mempunyai 3 (tiga) tingkat kerentanan, yaitu zona kerentanan tanah rendah, zona kerentanan sedang, dan zona kerentanan tanah tinggi. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya tanah longsor, terutama pada zona kerentanan tanah tinggi berupa kemiringan lereng yang terjal hingga sangat terjal, dengan ketebalan tanah yang tebal (90-150 cm) dengan tekstur tanah geluh pasiran dan curah hujan yang cukup tinggi. Alternatif dan upaya pengelolaan dan pengendalian gerakan tanah dan batuan dilakukan dengan perlakuan rekayasa teknik, rekayasa vegetatif atau gabungan rekayasa teknik dan vegetatif. Perlakuan pengelolaan dan pengendalian dapat dilakukan berdasarkan tipe gerakan massa tanah dan batuan di daerah penelitian.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 500 Sains dan Matematika
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Lingkungan
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 12 Jan 2012 02:32
Last Modified: 11 May 2015 04:15
URI: http://repository.upnyk.ac.id/id/eprint/961

Actions (login required)

View Item View Item